Banner v.2

Bupati Banjarnegara Tekankan Percepatan Serapan Anggaran, Program Harus Tepat Sasaran

Bupati Banjarnegara Tekankan Percepatan Serapan Anggaran, Program Harus Tepat Sasaran

Bupati Banjarnegara saat memimpin rapat koordinasi.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menegaskan komitmennya mempercepat penyerapan anggaran dan pelaksanaan program pembangunan pada Triwulan III tahun anggaran 2025.

Hal ini menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) APBD yang digelar di Sasana Bhakti Praja Setda Banjarnegara.

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menegaskan bahwa rakor POK tidak boleh hanya menjadi rutinitas seremonial, melainkan momentum untuk memastikan program pembangunan benar-benar berjalan.

“Rakor POK adalah momentum penting untuk mempercepat penyerapan anggaran dan memastikan pelaksanaan program pembangunan berjalan optimal,” ujar Amalia.

BACA JUGA:Realisasi APBD Cilacap 2025 Capai 77,17 Persen, OPD Diminta Pacu Serapan Anggaran

Ia mengingatkan setiap OPD untuk bergerak cepat dan tepat dalam melaksanakan program kerja agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat.

“Triwulan III sudah berjalan, jadi jangan hanya fokus pada perencanaan dan penganggaran, tapi pastikan eksekusinya nyata agar masyarakat merasakan hasilnya,” tegasnya.

Amalia juga menyoroti peran strategis BUMD dalam mendukung peningkatan pendapatan daerah. “BUMD harus terus berinovasi dan memperkuat kontribusinya terhadap PAD. Kinerja mereka akan sangat menentukan daya dorong ekonomi daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Tulus, menegaskan bahwa rakor ini bertujuan memastikan efektivitas penggunaan anggaran daerah dan mengatasi hambatan di lapangan.

BACA JUGA:Pendidikan Profesi Guru PAI Dibiayai APBD Rp 250 Juta

“Seperti yang disampaikan Ibu Bupati, kegiatan ini dilakukan untuk memastikan semua program berjalan tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran, dan disertai administrasi yang baik,” jelas Tulus, Kamis (16/10/2025).

Ia menambahkan, optimalisasi realisasi APBD menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. “Kami ingin memastikan setiap rupiah dari APBD benar-benar memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Banjarnegara,” ujarnya.

Dari sisi administrasi, Tulus mengapresiasi pelaksana kegiatan atas ketepatan pelaporan. “Hingga akhir Triwulan III, dari 174 pelaksana kegiatan di 44 OPD, sebanyak 157 telah mengirimkan laporan tepat waktu. Ini capaian yang patut diapresiasi dan perlu terus ditingkatkan,” katanya.

Berdasarkan Perda Kabupaten Banjarnegara Nomor 14 Tahun 2024, total belanja APBD tahun 2025 sebesar Rp2,35 triliun. Setelah pergeseran, nilainya menjadi Rp2,30 triliun, yang terdiri dari belanja operasi Rp1,66 triliun, belanja modal Rp166,7 miliar, belanja tidak terduga Rp5 miliar, serta belanja transfer dan bagi hasil Rp463,4 miliar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: