Angkot Belum Bisa Masuk Pasar Segamas
Angkutan kota (angkot) mangkal di bahu jalan depan Pasar Segamas.-Alwi Safrudin/Radarmas-
PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Upaya menghadirkan kembali angkutan kota (angkot) masuk ke Pasar Segamas masih belum menemui titik terang.
Pengurus Organisasi Supir dan Awak Angkutan Kota (Osaka) Purbalingga, Wasis Prayitno, mengungkapkan pihaknya sebenarnya sudah berkoordinasi dengan Dinperindag. Lalu disarankan masuk kembali ke area pasar dengan mekanisme kartu member.
"Skemanya kami harus membuat kartu member kemudian bayar parkir Rp 60 ribu per bulan. Ditambah retribusi Rp1,5 jt untuk 200 armada. Pembuatan kartu sudah disanggupi Organda, tapi pihak Osaka tidak mau bayar bulanan dan retribusi karena memberatkan" jelasnya.
Menurut Wasis, sebelum ada sistem e-parking, angkot boleh diizinkan masuk. Ia menambahkan, dari sisi pendapatan sopir, boleh masuk atau tidak sebenarnya tidak berpengaruh banyak.
BACA JUGA:Tak Ada Angkot Masuk, PAD Terminal Jompo Hanya dari Kios
"Yang terasa justru pedagang yang terdampak sepi. Mereka akhirnya harus keluar ongkos kuli panggul untuk mengangkut belanjaan pembeli dari pasar ke jalan," imbuhnya.
Kepala UPT Pasar Wilayah 1, Anwar, membenarkan mediasi soal angkot memang belum mencapai kesepakatan.
"Dari pihak angkot maunya gratis masuk. Sementara pengelola meminta ada kontribusi. Skenarionya tarif dibuat lebih murah dibanding kendaraan biasa, tapi tetap ada biaya," jelasnya.
Pedagang sendiri menilai kehadiran angkot penting untuk meningkatkan kembali kunjungan ke Segamas.
"Dulu waktu angkot masih bisa masuk, pembeli lebih ramai. Setelah dilarang, pengunjung jadi berkurang," ujar Hartini salah satu pedagang sayur.
Hingga kini, jalan tengah belum ditemukan. Pedagang berharap ada solusi segera agar angkot bisa kembali masuk dan aktivitas pasar menjadi lebih bergairah. (alw)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

