24 Sekolah dan Madrasah Terdampak Dugaan Keracunan
KBM di SD Negeri Pangebatan. Total ada empat sekolah/madrasah yang terdampak dugaan keracunan di Desa Pangebatan.-YUDHA IMAN/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Dari Penyelidikan Epidemiologi (PE) diketahui ada 24 sekolah dan madrasah yang terdampak dugaan keracunan di Karanglewas dan Sudagaran.
Ketua Tim Kerja Surveilans, Imunisasi dan Kejadian Luar Biasa (KLB) Dinas Kesehatan Banyumas, Achmad Chairul Hamdi mengatakan untuk dugaan keracunan di Karanglewas, sebanyak 350 siswa by name sudah dilaporkan kepada Bupati kemarin (Senin) saat rakor. 350 siswa tersebut berasal dari 20 sekolah dan madrasah mulai dari KB/TK/PAUD hingga SMK di Desa Pangebatan, Kediri dan Karanglewas Kidul.
"Angka 408 siswa muncul setelah data yang 350 siswa kami laporkan. Data dinamis dan mudah-mudahan sudah tidak bertambah lagi," katanya.
Hamdi menjelaskan untuk dugaan keracunan di Desa Sudagaran Kecamatan Banyumas, total jumlah siswa yang terdampak berkembang menjadi 94 anak di empat SD. Perbedaan dengan dugaan keracunan di Karanglewas, untuk yang Desa Sudagaran tidak ada siswa dari madrasah.
BACA JUGA:101 Siswa di Petanahan Kebumen Keracunan Usai Santap Soto MBG
"Baik di Karanglewas maupun Sudagaran masing-masing ada dua sekolah yang tidak terdampak keracunan," terang dia.
Dilanjutkannya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Karanglewas total melayani 22 sekolah dan madrasah. Sementara di Sudagaran hanya enam sekolah tanpa ada madrasah yang dilayani. Adapun hasil uji lab dua kejadian dugaan keracunan kaitannya dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) semua masih menunggu dari labkes provinsi.
"Di Sudagaran SPPG melayani lebih sedikit sekolah karena jumlah tiga ribu penerima manfaat sebagiaj besar terpenuhi oleh siswa dari dua SMK," pungkas Hamdi. (yda)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

