Ondol Sewu Meter Jadi Magnet Ribuan Warga di Kuduran Budaya Wanayasa
Bentang ondol 1.000 Meter yang digelar di Desa Wanayasa, Banjarnegara.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Puncak Kuduran Budaya 2025 di Lapangan Desa Wanayasa, Banjarnegara, berlangsung meriah.
Puluhan ribu warga dan wisatawan tumplek blek menyaksikan pesta rakyat tahunan yang mengusung singkong sebagai ikon kearifan lokal, dengan atraksi utama “Bentang Ondol 1.000 Meter” yang langsung habis diperebutkan warga dalam hitungan detik.
Pertunjukan diawali dengan Sendratari Bidadari Ondol yang dibawakan 17 siswi SMK Wanayasa, disusul drama kolosal “Bentang Ondol Sewu Meter” oleh hampir 200 siswa SMP.
Suasana semakin semarak lewat kirab budaya: kepala desa dan sesepuh berbusana keraton, barisan ibu-ibu yang memasak dan menusuk ondol, hingga ratusan pelajar yang membentangkan tusukan ondol sepanjang lapangan.
BACA JUGA:Domba Batur Jadi Primadona Wisatawan di Dieng Culture Festival
Atraksi paling ditunggu adalah bentangan tusukan ondol sepanjang lebih dari seribu meter. Begitu tanda dimulai, ribuan butir ondol yang disusun layaknya sate itu langsung ludes diperebutkan penonton.
Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, yang hadir di lokasi memberikan apresiasi tinggi.
“Saya bangga kepada warga Wanayasa yang konsisten menjaga dan merawat budaya lokal ini. Semoga kekompakan dan kebersamaan ini akan menjadi kekuatan untuk mencapai masyarakat Wanayasa yang maju dan sejahtera,” ujar Bupati Amel.
Mewakili panitia, Nono Sendawa menjelaskan bahwa Kuduran Budaya merupakan kreasi seniman muda Wanayasa yang menjadikan ondol sebagai pusat perhatian.
“Agar lebih menarik, ondol yang berbahan singkong ditusukkan ke lidi mirip sate, lalu disambung hingga sepanjang satu kilometer. Tradisi ini kini menjadi daya tarik budaya sekaligus ikon Wanayasa,” tuturnya, Rabu (24/9/2025).
Antusiasme warga begitu tinggi, bahkan sebagian tak kebagian ondol. Wina, salah satu pengunjung, mengaku agak kecewa namun tetap senang bisa ikut meramaikan.“Baru setengah menit sudah ludhes, jadinya saya nggak kebagian,” katanya.
Selain pesta kuliner, Kuduran Budaya menjadi ajang syukur sekaligus perekat persaudaraan masyarakat Wanayasa. Ondol, jajanan khas berbentuk bulat dengan cita rasa gurih, kian meneguhkan diri sebagai ikon kuliner sekaligus kebanggaan warga Banjarnegara.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
