Banner v.2

Wamentan Lepas Ekspor 60 Ton Mocaf Banjarnegara ke Cina

Wamentan Lepas Ekspor 60 Ton Mocaf Banjarnegara ke Cina

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono saat melepas ekspor 60 ton mocaf Banjarnegara ke Cina.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Banjarnegara resmi melepas ekspor perdana tepung Mocaf (modified cassava flour) ke pasar internasional. Sebanyak 60 ton Mocaf hasil produksi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Bawang, Kecamatan Bawang, dikirim ke China dengan nilai transaksi mencapai Rp625 juta, Sabtu (20/9/2025).

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono yang hadir langsung dalam acara pelepasan menilai capaian ini sebagai bukti koperasi desa mampu mengoordinasi petani hingga menembus pasar global.

“Ini sangat baik, bagaimana koperasi desa menggalang petani untuk menghasilkan produk hilir yang bisa diekspor. Keuntungannya bukan hanya untuk eksportir dan koperasi, tapi juga petani,” ujarnya.

Sudaryono menekankan hilirisasi produk pertanian sebagai jalan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah mendorong percepatan ekspor hasil bumi agar Indonesia tidak tertinggal.

BACA JUGA:Tepung Mocaf Desa Bawang Banjarnegara Tembus Pasar Internasional Usai Pameran di Malaysia

“Kita punya petani tangguh dan produk unggulan. Dengan program Kopdes, saya dorong ekspor apa saja dan ke mana saja, agar generasi muda juga termotivasi menjadi petani pengusaha,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Mocaf yang berbahan dasar singkong memiliki keunggulan bebas gluten, sehingga banyak diminati pasar internasional, terutama konsumen dengan kebutuhan khusus seperti penderita penyakit celiac.

Sementara itu, Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana menegaskan komitmen daerah dalam menjadikan Mocaf sebagai produk unggulan ekspor.

“Alhamdulillah, Banjarnegara memiliki 1.700 hektare lahan singkong. Dengan ekspor perdana 60 ton Mocaf berkualitas terbaik ini, kami berharap ekspor bisa berlanjut secara rutin dan memberi jalan keluar bagi petani singkong,” katanya.

Amalia juga menyoroti potensi ekspor lain dari Banjarnegara, mulai dari cocopeat, kopi, hingga rempah-rempah. Ia membuka peluang kolaborasi dengan daerah tetangga agar produk lokal semakin berdaya saing.

“Kami juga berharap program Makan Bergizi Gratis bisa berkolaborasi dengan KDMP, sehingga ekonomi lokal ikut tumbuh,” tambahnya.

Selain Mocaf, KDMP Desa Bawang juga melepas ekspor cocopeat, media tanam berbahan serat kelapa yang sudah banyak diminati di luar negeri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: