Banner v.2

Forkopimda dan Tokoh Lintas Agama Banjarnegara Deklarasi Damai, Tolak Aksi Anarkis

Forkopimda dan Tokoh Lintas Agama Banjarnegara Deklarasi Damai, Tolak Aksi Anarkis

Deklarasi cinta damai dan doa bersama Forkompimda dan seluruh elemen masyarakat dilakukan di Pendopo Diayudha Banjarnegara.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Menyusul maraknya aksi unjuk rasa yang berujung anarki di sejumlah daerah, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi pemuda, LSM, dan lintas agama menggelar deklarasi damai. Acara berlangsung di Pendopo Dipayudha Banjarnegara, Senin (1/9/2025), disertai doa bersama dari para pemuka agama.

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti kekompakan seluruh elemen masyarakat Banjarnegara dalam menjaga persatuan dan kondusivitas wilayah.

“Deklarasi damai ini menunjukkan bahwa kita Banjarnegara kompak. Kehadiran lintas tokoh hari ini menjadi bukti semangat kita semua untuk Banjarnegara yang aman dan damai,” ujar Amalia.

Ia menekankan, seluruh pihak harus solid menolak provokasi dan tindakan anarkis yang berpotensi mengganggu keamanan daerah.

BACA JUGA:Lilin Menyala, Driver Ojol Banjarnegara Gelar Aksi Damai Mengenang Rekan Sejawat

“Kita semua kompak menjaga Banjarnegara tanpa provokasi, tanpa anarkis, dan memastikan wilayah ini aman dari oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Amalia juga mengingatkan agar saluran aspirasi masyarakat tetap berjalan sesuai koridor hukum. Pemerintah Kabupaten dan DPRD Banjarnegara disebutnya terbuka terhadap kritik maupun masukan.

“Kami terbuka bagi masyarakat yang ingin menyampaikan kritik dan masukan, tapi harus dilakukan dengan cara baik, bukan anarkis atau provokatif. Kalau sampai anarkis, masyarakat sendiri yang akan dirugikan,” katanya.

Bupati turut menyoroti maraknya pesan berantai di media sosial dan grup WhatsApp pelajar SMP maupun SMA yang sengaja disusupi provokator. Ia mengajak semua pihak ikut menjaga generasi muda agar tidak terseret.

“Mari kita jaga anak-anak kita agar tidak mudah terprovokasi, karena itu akan merugikan mereka sendiri,” ujarnya.

Dalam deklarasi tersebut, seluruh elemen yang hadir menyatakan sikap menolak keras provokasi, kekerasan, dan segala bentuk tindakan anarkisme di Kabupaten Banjarnegara.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: