Banner v.2

Dinkes Purbalingga: Pemberian Obat Cacing Jangan Disepelekan

Dinkes Purbalingga: Pemberian Obat Cacing Jangan Disepelekan

Pemberian obat cacing di Posyandu Sokawera, Kecamatan Padamara belum lama ini.-Dok Dinkes Purbalingga-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Viralnya kasus seorang anak di Sukabumi Jawa Barat yang meninggal akibat cacingan menjadi perhatian di masyarakat. Kasus cacingan pada anak tidak bisa dianggap sepele. 

Untuk itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purbalingga mengingatkan agar program pemberian obat cacing pada anak harus diikuti.

Filariasis dan Kecacingan Dinkes Kabupaten Purbalingga Indriani Setyaning Wijayanti mengungkap, Purbalingga masuk dalam 100 kabupaten intervensi stunting. Termasuk diidalamnya pencegahan cacingan.

"Kemenkes memberikan program khusus pemberian obat cacing setahun 2 kali, Februari-Agustus dan April-Oktober. Obatnya diperoleh langsung dari Kemenkes melalui provinsi," paparnya.

BACA JUGA:Capaian CKG Tembus 27 Persen, Dinkes Purbalingga Optimistis Lampaui Target Nasional

Jumlah sasarannya sebanyak 169 ribu anak usia 12 bulan sampai 12 tahun. Untuk dibawah 2 tahun, dosisnya separuh tablet Albendazole atau setara 400 mg. Diatas 2 tahun 1 tablet. Keunggulan Albendazole dapat membunuh 3 jenis cacing dan keluarnya dapat hancur. 

Dalam pelaksanaan teknisnya, pemberian obat cacing dapat dilakukan di puskesmas. Petugas puskesmas juga mendatangi langsung posyandu dan sekolah.

Meski saat ini tidak ada temuan kasus cacingan, Indriani mengatakan di tahun sebelumnya pernah ada satu temuan di Bedagas.

"Saat melihat kondisi anak memang suka bermain di tanah. Kemudian kita beri dosis albendazole tambahan. Alhamdulillah sembuh," ungkapnya.

BACA JUGA:Hingga Bulan Mei 2025 Dinkes Purbalingga Catat 44 Kasus HIV Baru, Kelompok LSL Jadi Penyumbang Terbesar

Ia menghimbau masyarakat agar memanfaatkan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Kecacingan pada anak dengan patuh.

"Obat cacing gratis, jadi jangan disepelekan. Obat cacing juga harus langsung di konsumsi di sekolah, tidak dibawa pulang. Karena jika dibawa pulang kami tidak tahu apakah dikonsumsi atau dibuang," tegasnya.

Orang tua dan guru juga dapat mengedukasi anak-anak selalu cuci tangan sebelum makan dan menggunakan alas kaki saat bermain. (alw)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: