Rumah Penjual Bensin di Pekuncen Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta
Petugas Damkar Banyumas melakukan pendinginan rumah penjual bensin eceran yang terbakar di Desa Candinegara, Kecamatan Pekuncen, Selasa (26/8/2025) malam. Kebakaran menghanguskan sebuah mobil, dua sepeda motor, serta isi rumah dengan kerugian ditaksir Rp1-DAMKAR BANYUMAS UNTUK RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Sebuah rumah penjual bensin eceran di Desa Candinegara, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, terbakar pada Rabu (26/8/2025) malam. Dalam insiden itu, satu unit mobil Suzuki Karimun serta dua sepeda motor, Suzuki Thunder dan Honda CB 150R, ikut hangus dilalap api.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Banyumas, Andaru Budilaksono, mengatakan timnya langsung menuju lokasi kejadian setelah memdapat laporan. Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.45 WIB, api diduga berasal dari percikan kabel di atas meteran listrik yang mengenai bensin di bawahnya.
"Awalnya ada percikan api dari kabel yang berada di atas meteran listrik dan menyambar bensin yang berada di bawahnya," kata Andaru kepada wartawan, Rabu pagi (27/8/2025).
Api kemudian menyambar tabung gas yang berada di dekatnya hingga menimbulkan ledakan dan mengenai mobil yang terparkir di lokasi.
BACA JUGA:Kebakaran Dapur Produksi Sale Pisang di Kedungreja, Diduga Akibat Kebocoran Gas
"Karena adanya bensin sehingga api cepat membesar dan melalap rumah beserta isinya," jelasnya.
Andaru menambahkan, kobaran api juga sempat merembet ke dua rumah di sekitar lokasi. Beruntung api dapat segera dikendalikan sehingga tidak menghanguskan seluruh bangunan.
"Kami menerima laporan pukul 19.28 WIB melalui Pos Damkar Wangon dan tiba di lokasi pukul 19.48 WIB, karena kondisi medan dan jarak. Saat ini belum ada Pos Dankar di Ajibarang. Api berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian," terangnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta.
BACA JUGA:Korban Kebakaran KM Barcelona V Dijamin, Jasa Raharja Turun Tangan Langsung
"Terkait penyebab kebakaran, dugaan sementara karena korsleting listrik," ujar Andaru. (dms)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
