Viral Dugaan Pungutan di SMP N 1 Gumelar, Begini Penjelasan Dindik dan Kepala Sekolah
TAngkapan layar keluhan warga yang mengaku ada pungutan di sekolah di media sosial Facebook.-TANGKAPAN LAYAR FACEBOOK-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Akun sosial media Facebook (FB) bernama Ngringet Bareng, tengah menjadi perbincangan hangat. Ini usai akun tersebut, berkomentar soal pembayaran kenang-kenangan berupa laptop.
Berikut isi unggahan dari akun Ngringet Bareng :
MUMPUNG HARI LIBUR AREP NGOCEH MANING. MBOK MENAWA PEJABAT DINDIK KARO BUPATINE, GUBERNUR RE KOBER NDELENG HP. PADA HARI KAMIS KEMARIN KAMI WALI MURID DIUNDANG UNTUK HADIR KE SMPN 1 GUMELAR KECAMATAN GUMELAR KAB BANYUMAS JAWA TENGAH. KAMI DIUNDANG HANYA UNTUK MENDENGARKAN KEPUTUSAN PIHAK SEKOLAH BAHWA ADA YANG HARUS DIBAYAR UNTUK BELI LEPTOP BUAT KENANG KENANGAN BAHASANYA.
KELAS SATU BAYAR 400 RIBU KELAS 3 700 RIBU PER SISWA. SEDANGKAN KELAS 2 SAYA NGGA BERANI BILANG KARENA SAYA NGGA TAU PASTI BERAPA NOMINALNYA. MOHON DI TINDAK.
BACA JUGA:Masyarakat Bisa Laporkan Pungutan Saat Pendaftaran SPMB
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Gumelar Waryanto menjelaskan, Kamis pekan lalu pihaknya melakukan rapat pleno dengan agenda sosialisasi program serta penyelarasan visi dan misi program sekolah. Sebelum pleno ia menuturkan, sekolah menyampaikan beberapa program ke komite sekolah.
"Hari H pada rapat komite kita diskusi. Kami sampaikan visi misi sekolah ada kebijakan pembelajaran mendalam, maka visi misi saya cocokkan. Dari situ muncul beberapa program, diantaranya adalah TKA itu Tes Kemampuan Akademik itu program baru untuk kelas 9. Maret akan ada tes, fungsinya akan ada tes hasilnya akan digunakan sebagai salah satu syarat masuk ke jenjang berikutnya berbasis CBT soal dari kementerian," jelasnya.
Ia menyampaikan, pada saat itu disampaikan kebutuhan-kebutuhan dari sekolah. Salah satunya adalah komputer untuk mendukung program TKA.
"Sekolah tidak mengarahkan apa-apa. Diskusi dilanjutkan oleh komite sekolah, seandainya program ini berjalan maka muncul hitungan satu orang segini kelas 7 itu Rp 400 ribu , kelas 9 Rp 695 ribu angka ini muncul pada saat rapat komite, saya sifatnya hanya pendengar," ujarnya.
BACA JUGA:Sadewo Larang Pungutan di Sekolah Negeri, Melanggar Bakal Ditindak Tegas
Ia menjelaskan, saat ini komputer yang dimiliki SMP N 1 Gumelar ada 26 unit. Ia berhitung kelas 9 untuk mendukung kegiatan TKA membutuhkan minimal 67 unit.
"Masih kurang 41 unit. Total perkiraan itu Rp 215 juta, saya sampaikan bahwa sekolah ada kekurangan 41 unit. Sekolah sudah melakukan upaya kami meminta dana aspirasi akan cair Insha Allah Oktober 7 unit jadinya tinggal 34, dana aspirasi belum turun. Kami nanti sekolah tidak terima uang. Tetapi unit komputer, intinya kami sudah melakukan upaya," jelasnya.
Sampai kemudian hal tersebut ramai menjadi perbincangan dan sosial media. Soal itu ia sebut, dimungkinkan terjadi karena adanya miskomunikasi.
"Miskomunikasi dan misinformasi dimungkinkan terjadi. Komite sekolah menegaskan bahwa terkait sumbangan diberikan kebebasan boleh diatas angka itu, dibawah angka itu bahkan dibebaskan bagi yang tidak mampu. Komite berencana besok Rabu akan ada pleno lagi membahas dan menegaskan bahwa ini adalah sifatnya sumbangan," terangnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
