Banner v.2

Pekan Kedua Agustus, Semarak Lomba Mulai Meletus

Pekan Kedua Agustus, Semarak Lomba Mulai Meletus

Warga mengikuti lomba panjat gedebogan di Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Minggu (10/8).-Alwi Safrudin/Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Suara tawa, teriakan semangat, dan kibaran bendera merah putih memang sudah terlihat sejak awal Agustus. Memasuki pekan kedua Agustus, suasana kemerdekaan terasa semakin kental. Dari gang-gang kecil di desa sampai pusat kota, warga mulai sibuk menggelar lomba, menghias lingkungan, dan menyiapkan acara yang bikin semua orang ikut semarak.

Di Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, misalnya. Sejak Sabtu (9/8) sore sampai Minggu (10/8) kemarin, suasana betul-betul meriah. Lomba makan kerupuk, balap karung, tarik tambang, sampai pecah air bikin anak-anak sampai orang tua tertawa lepas.

“Karena bertepatan dengan libur sekolah dan sebagian warga libur kerja, kami pilih akhir pekan supaya semua bisa ikut,” kata Endah Sulastri, panitia lomba.

Yang paling bikin heboh tahun ini adalah panjat gedebogan, mirip panjat pinang, tapi pakai batang pisang yang dilumuri oli. Banyak yang jatuh bangun sebelum akhirnya berhasil meraih hadiah di atas, mulai dari panci, ember, sapu, sampai wajan. Hadiahnya sederhana, tapi rasa bangganya luar biasa.

BACA JUGA:Pitulasan di Selang Berlangsung Semarak

Bukan cuma di desa, di tingkat kabupaten juga nggak kalah ramai. Ada Turnamen Mobile Legends Piala Bupati Purbalingga 2025 bertajuk Mabar Merdeka yang diikuti 64 tim, digelar Pemkab lewat Dinperindag pada Sabtu (9/8).

Minggunya, giliran Pendapa Dipokusuma jadi ajang duel strategi para pecatur di lomba catur tingkat kabupaten. Masih dalam rangka HUT ke-80 RI, Jumat (8/8) dan Sabtu (9/8) lalu juga sudah digelar lomba tradisional antar-OPD dan lomba memancing antar-OPD.

Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, bilang kalau lomba-lomba ini bukan cuma soal menang atau kalah, tapi soal kebersamaan.

“Peringatan kemerdekaan adalah momentum kita untuk bersyukur, bergembira, dan merayakan kebersamaan. Lewat lomba, baik yang tradisional maupun modern, kita ingin semua kalangan bisa merasakan semangat itu,” ujarnya saat membuka lomba menggambar dan mewarnai di Braling Hotel, Minggu (10/8) pagi.

BACA JUGA:Meriah, Mancing Bareng Antar OPD dan Perumda di Purbalingga

Di mana pun tempatnya, kemeriahan Agustusan di Purbalingga selalu punya ciri khas: tawa yang pecah, keringat yang bercampur semangat, dan rasa bangga yang membuat semua orang ingin terus merayakan kemerdekaan bersama. (alw/bay)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: