Banner v.2

Talas Beneng Didorong Jadi Komoditas Andalan Baru Petani Banjarnegara

Talas Beneng Didorong Jadi Komoditas Andalan Baru Petani Banjarnegara

Petani Banjarnegara saat panen perdana talas beneng di Desa Susukan Kecamatan Wanayasa.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Talas beneng mulai dilirik sebagai komoditas alternatif yang menjanjikan di Banjarnegara. Tidak hanya mudah dibudidayakan, tanaman ini juga memiliki nilai ekonomi tinggi yang mampu meningkatkan penghasilan petani.

Panen perdana talas beneng di Desa Susukan, Kecamatan Wanayasa, menjadi momentum awal pengembangan tanaman ini secara lebih luas.

Ketua Asosiasi Tani Muda Surya Nusantara, Ugo Pranoto, menjelaskan bahwa talas beneng sangat cocok ditanam di Banjarnegara karena iklim dan kondisi tanahnya mendukung. Selain itu, pasar untuk produk ini sudah terbuka, baik domestik maupun ekspor.

“Tanaman ini sangat cocok untuk iklim dan kondisi tanah di Banjarnegara. Perawatannya mudah, panennya cepat, dan pasarnya sudah terbuka, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Ugo, Kamis (7/8/2025).

BACA JUGA:Pembangunan Pasar Karangkobar Capai 42 Persen, Ditarget Rampung Oktober 2025

Menurutnya, satu hektare lahan bisa menghasilkan hingga 3 ton daun talas setiap dua bulan setelah tanaman berusia empat bulan. Daun kering dari talas beneng dihargai cukup tinggi di pasar ekspor karena dapat diolah menjadi rokok herbal bebas nikotin dan aneka produk pangan.

“Tahun ini kami dorong lebih banyak petani untuk menanam. Kami tidak hanya memberi bibit, tetapi juga menyiapkan sistem kemitraan dan offtaker. Jadi petani tidak bingung soal penjualan,” jelasnya.

Asosiasi Tani Muda juga siap mendampingi petani mulai dari pelatihan teknis hingga akses ke pasar. Ugo berharap langkah ini menjadi bagian dari upaya diversifikasi pertanian dan memperkuat ketahanan ekonomi petani lokal.

“Siapapun bisa menjadi bagian dari peluang usaha pertanian bersama Asosiasi Tani Muda. Dan kami selalu membuka peluang kerja sama dengan para petani,” tambahnya.

BACA JUGA:Dukung Petani, Pemkab Banjarnegara Bangun Infrastruktur Pertanian di Desa Giritirta

Dewan Pengawas Asosiasi, Heri Kuncoro, menilai talas beneng adalah tanaman ekonomis yang cocok ditanam oleh petani muda karena proses budidayanya yang sederhana.

“Generasi muda saat ini jangan takut jadi petani. Talas beneng selain akan dimanfaatkan daunnya, batang jadi komoditi lainnya, bahkan umbinya jadi bahan pangan alternatif atau tepung yang bernilai tinggi,” katanya.

Heri juga menekankan bahwa tanaman ini bisa tumbuh di lahan marginal atau pekarangan rumah, sehingga cocok untuk pertanian skala rumah tangga maupun luas. “Selain ekonomis, juga ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tambahnya.

Ketertarikan terhadap talas beneng juga datang dari luar daerah. Jusri Sidik, seorang pengusaha asal Jakarta, mengaku tertarik ikut mengembangkan tanaman ini setelah melihat langsung potensi besarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: