Banner v.2

Kemenag Kebumen Lakukan Inovasi Layanan Digital

Kemenag Kebumen Lakukan Inovasi Layanan Digital

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen program CERIA pada kegiatan Apel Pagi, Senin, 21 Juli 2025 di halaman kantor setempat.--

KEBUMEN - Untuk menjawab tantangan zaman yang serba cepat dan digital, Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kebumen meluncurkan inovasi layanan publik bertajuk CERIA.

Ceria sendiri merupakan akronim dari Cepat, Efektif/Efisien, Responsif, Inovatif dan Akuntabel. Program tersebut menjadi tonggak perubahan layanan publik menuju arah yang lebih profesional, ramah, dan berbasis teknologi.

Kepala Subbagian Tata Usaha Kankemenag Kebumen H Makruf Widodo menyampaikan layanan publik tidak bisa lagi dilakukan dengan cara lama. Dunia sudah berubah, masyarakat menuntut kecepatan, keterbukaan dan inovasi.

"Maka, pelayanan kita juga harus bertransformasi,” jelas H Makruf saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/7).

Diungkapkan, dari situlah gagasan Ceria lahir. Bukan sekadar singkatan, kata ceria juga memiliki makna semangat positif yang diharapkan tertanam dalam sikap kerja ASN Kemenag Kebumen.

“Saya memilih akronim Ceria karena ingin agar pelayanan yang kita berikan ke masyarakat bisa dilakukan dengan ceria. Karena ceria itu menggambarkan semangat, ramah, cepat, dan responsif,” ujar Makruf.

Adapun Lima Pilar Utama Ceria

yakni cepat. Ini mendorong percepatan proses pelayanan dengan penerapan digitalisasi alur kerja dan penetapan Standar Layanan Administrasi (SLA) di tiap jenis layanan.

Efektif dan Efisien yakni penyederhanaan birokrasi dilakukan melalui revisi SOP, pelatihan efisiensi kerja, dan penerapan sistem manajemen mutu yang terukur.

Sedangkan responsif, dilaksanaan dengan membentuk Tim Respon Cepat dan mengaktifkan layanan pengaduan 1x24 jam melalui WA Center serta kanal digital resmi Kemenag Kebumen.

"Inovatif, menyuburkan budaya inovasi melalui sayembara internal dan pengembangan kanal digital seperti SI-EKA.  Simkah Web, hingga layanan digital keagamaan. Akuntabel yakni keterbukaan informasi menjadi kunci. Standar layanan dipublikasikan secara terbuka di ruang publik dan website, disertai audit layanan berkala dan laporan triwulan," paparnya.

Makruf menyampaikan Ceria tidak hanya menjadi jargon semata, melainkan dirancang dengan dasar yang kuat, analisis menyeluruh, dan target terukur.

“Harapan kami, Ceria tidak berhenti sebagai proyek perubahan, tapi menjadi budaya kerja baru. Ini bagian dari kontribusi nyata terhadap reformasi birokrasi, agar masyarakat benar-benar merasakan pelayanan publik yang profesional dan humanis,” ucapnya.

Menurutnya, jika diterapkan secara konsisten, Ceria akan mengangkat kualitas pelayanan Kemenag Kebumen ke tingkat yang lebih tinggi. Bahkan, model ini berpotensi menjadi best practice yang bisa direplikasi oleh unit kerja di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kebumen. (mam)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: