Antisipasi Krisis, BPBD Siapkan 500 Tangki Air
Mobil tanki air Badan Nasional Penanggulangan Bencana BPBD Kebumen droping air bersih ke masyarakat yang membutuhkan dalam menghadapi musim kemarau.--
KEBUMEN – Memasuki puncak musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen mengimbau warga di desa rawan kekeringan segera melapor bila mulai kesulitan air bersih. Hingga akhir Juli 2025 belum ada permintaan resmi dropping air, namun BPBD telah menyiapkan 500 tangki air sebagai langkah antisipasi.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD, Udy Cahyono menyampaikan hingga akhir Juli 2025 ini belum ada laporan atau permintaan droping air bersih. Namun demikian, pihaknya telah melakukan antisipasi dengan menyiapkan bantuan air bersih.
"Kalau sampai saat ini belum ada laporan (permintaan bantuan air bersih). Namun demikian, kami telah menyiapkan 500 tanki air untuk jaga-jaga," kata Udy yang didampingi BakoHumas BPBD, Heri Purwoto, kemarin (20/7).
Kendati belum menyebutkan anggaran untuk bantuan air bersih, Heri Purwoto menyampaikan seringkali dana dari pemerintah belum mencukupi. Mengingat, luasnya wilayah Kabupaten Kebumen yang rawan terjadi kekeringan dan warganya mengalami air bersih. Namun demikian, Heri Purwoto optimis dapat memberikan layanan maksimal kepada warga yang membutuhkan.
"Kalau berdasarkan pengalaman tahun lalu, BPBD bekerja sama dengan pihak ketiga sehingga permintaan bantuan air bersih dapat dilayani," ujarnya. Pihak ketiga dimaksud, bisa berasal dari dinas instansi, lembaga, serta sektor swasta bahkan unsur masyarakat yang peduli.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Kebumen tahun 2024, ada 51 desa yang tersebar di 13 kecamatan rawan terjadi krisis air bersih. Lebih dirinci lagi, sebanyak 32.199 kepala keluarga (KK) atau 126.199 jiwa di wilayah tersebut juga mengalami krisis air bersih. Tak hanya kecamatan yang berada di daerah pegunungan yang rawan terjadi air bersih. Ada juga kecamatan Kebumen yang masuk daerah perkotaan. (cah)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
