Sedekah Bumi, 86 Tukik Dilepas ke Laut
Bupati Kebumen, Hj Lilis Nuryani melakukan pelepasan tukik saat Gebyar Sedekah Bumi di Pantai Kembar Terpadu, Kecamatan Puring, Sabtu (12/6).--
KEBUMEN - Sebagai bagian dari komitmen pelestarian alam dan budaya lokal, Pemerintah Kabupaten Kebumen kembali menggelar Gebyar Sedekah Bumi di Pantai Kembar Terpadu, Kecamatan Puring, Sabtu (12/6/2025). Kegiatan ini ditandai dengan pelepasan 86 ekor tukik (anak penyu) ke habitat alaminya
Acara tahunan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, anggota DPRD Kebumen Madkhan Anis, Kajari Kebumen Endi Sulistiyo, Kepala Dinas LHKP Asep Nurdiana, forkopimcam Puring, serta para pengelola dan relawan konservasi Pantai Kembar Terpadu.
Bupati Kebumen, Hj Lilis Nuryani mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kebumen terus mendorong pembangunan pariwisata yang berbasis konservasi dan budaya.
Menurutnya, Pantai Kembar Terpadu ini bukan hanya tempat tujuan wisata, tapi juga contoh bagaimana alam, manusia, dan tradisi bisa tumbuh bersama secara harmonis.
"Alhamdulillah hari ini saya di Pantai Kembar Terpadu bisa melepasliarkan tukik, anakan penyu. Kecil-kecil, tapi memang mereka harus dilepasliarkan," ungkap Bupati Lilis Nuryani usai melepas tukik ke laut lepas.
Sementara itu, pengelola konservasi penyu Pantai Kembar Terpadu, Hartono, menjelaskan bahwa total 86 ekor tukik akan dilepasliarkan dari sejumlah 101 butir telur yang ditetaskan.
"Untuk agenda Bupati Lilis ada 20 ekor tukik, sisanya untuk acara field trip Geofest 2025," rincinya.
Hartono menambahkan bahwa patroli dilakukan hampir setiap malam, terutama saat musim kemarau, dengan jenis penyu lekang menjadi yang paling dominan ditemukan.
Untuk memastikan kesehatan penyu-penyu di konservasi, ada relawan dokter hewan yang datang sebulan sekali untuk melakukan pemeriksaan.
Selain kegiatan konservasi, Gebyar Budaya Sedekah Bumi Pantai Kembar Terpadu juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan budaya. Rangkaian acara meliputi arak-arakan, lesungan, kuda lumping, jamjaneng, dan karawitan.
Saat ini, Pantai Kembar Terpadu masih bertahan dengan tidak memungut tiket masuk. Pengunjung hanya perlu membayar jasa penataan motor seikhlasnya. Fasilitas di lokasi ini juga sudah cukup lengkap, seperti warung makan, toilet, dan saung. (fur)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

