Banner v.2

Jasa Jahit Seragam Sekolah Ramai, Penjahit Kewalahan Hadapi Pesanan

Jasa Jahit Seragam Sekolah Ramai, Penjahit Kewalahan Hadapi Pesanan

Tono (66) tengah sibuk menjahit baju seragam sekolah pesanan pelanggannya, di kiosnya jalan HR Bunyamin, Purwokerto, Selasa (8/7).-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Menjelang tahun ajaran baru, jasa penjahit seragam sekolah kembali dibanjiri pesanan. Para orang tua yang ingin menyiapkan seragam baru untuk anak-anak mereka harus rela antre atau bahkan mencari penjahit lain karena penjahit langganannya sudah menerima pesanan hingga membludak.

Rahardian (39), warga Jalan Bank, mengaku kesulitan menjahit empat pasang seragam untuk anaknya yang masuk SMP. Tiga penjahit langganannya sudah penuh dan tidak bisa menerima pesanan dengan tenggat waktu yang mepet.

“Biasanya bisa dijahitkan di langganan, tapi sekarang semua bilang penuh. Padahal sudah langganan. Ini bingung cari penjahit lagi, padahal waktunya masih dua minggu. Senin 14 Juli sudah masuk, tapi masih MPLS, pake seragam SD,” keluhnya, Senin (8/7/2025).

Fenomena membludaknya pesanan ini diakui oleh Tono (66), penjahit yang membuka usaha di kawasan Bancarkembar. Ia mengatakan, sejak pertengahan Juni, jasanya sudah mulai ramai dipesan untuk menjahit seragam sekolah dari berbagai jenjang.

BACA JUGA:Bupati Banyumas Serahkan Bantuan Alat dan Mesin Pertanian Sebagai Upaya Wujudkan Swasembada Pangan

“Beberapa sekolah sudah mulai buka jalur prestasi, jadi sudah banyak yang jahit bahan dari sekarang. Ini memang rutin setiap tahun, ramai pesanan seragam sekolah SD, SMP, SMA,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini ia sedang mengerjakan pesanan dari sepuluh orang, masing-masing satu set lengkap seragam sekolah. Mulai dari seragam OSIS, identitas sekolah, hingga pramuka. Semua ingin selesai dalam waktu bersamaan.

Ia menambahkan, meskipun tidak menolak jahitan umum, saat ini ia lebih memprioritaskan pesanan seragam sekolah karena volume dan tenggat waktu yang ketat. Kondisi ini diprediksi akan terus berlangsung hingga awal tahun ajaran baru resmi dimulai.

“Saya kerja sendiri. Sekarang ini semuanya masuknya bareng, dan maunya jadinya bareng juga. Jadi ya saya kasih pengertian ke pelanggan umum, kalau sedang ramai jahitan seragam anak sekolah, jadi tidak bisa cepat,” ujar Tono. (dms)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: