Tiga Permasalahan Jadi Prioritas RPJMD 2025 - 2029

Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banyumas Dedy Noerhasan,saat memberikan paparan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 dan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025 - 2029, p-JUNI R/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Bappedalitbang Kabupaten Banyumas, menyelenggarakan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 dan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025 - 2029, pada Selasa 25 Maret 2025 di Pendopo Si Panji.
Permasalahan seperti penanganan kemiskinan, pemerataan pembangunan, dan peningkatan layanan publik menjadi prioritas untuk ditangani dalam lima tahun ke depan.
"Ini sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 86 tahun 2017, bahwa untuk tahunan di bulan Maret kita harus sudah harus melaksanakan Musrenbang RKPD sedangkan untuk RPJMD kita punya batas waktu 30 hari kerja kita sudah harus menyampaikan rancangan awal RPJMD Kabupaten Banyumas untuk periode bupati terlantik di Februari kemarin. Khusus untuk tahun ini kita ada dua dokumen perencanaan dasar. Yang pertama adalah RPD 2024 - 2026 yang tentunya ini sudah diperbarui dengan, Rancangan Awal RPJMD 2025 - 2029 sesuai dengan visi misi bupati terpilih.
Jadi sekarang kita sudah mulai menawarkan visi misi bupati pada saat kampanye kemarin menjadi visi misi Kabupaten Banyumas untuk 2025 - 2029," kata Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banyumas Dedy Noerhasan melalui Kabid Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Joko Purwoko.
Ia menuturkan, pihaknya bakal melakukan sosialisasi terkait Trilas Program Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono kepada perangkat-perangkat daerah. Program tersebut bakal direalisasikan selama lima tahun.
"Setelah itu tentunya kita harus melihat isu-isu strategis, tujuan, dan sasaran dan program prioritas yang ada pada saat proses kampanye kemarin. Secara materi bupati pada saat kampanye memyampaikan Trilas Program, yang akan kita tuangkan menjadi program Kabupaten Banyumas 2025 -2029," paparnya.
Untuk tema Musrenbang tahun ini pihaknya mengusung,"Penyiapan Penguatan Ketahanan Sosial Budaya dan Ekologi Untuk Peningakatan Kualitas Sumber Daya Manusia Ekonomi Daerah Yang Inklusi dan Berkelanjutan, serta Tata Kelola Pemerintahan Efektif dan Efisien,".
"Jadi selain kita memgembangkan budaya lokal, ekologi juga harus terjaga, SDM juga harus meningkat, diharapkan ada pertumbuhan ekonomi yang inklusi yang bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. Dan tentunya ini membutuhkan dukungan dari tata kelola pemerintah yang adaptif," paparnya.
Lanjut, ia menjelaskan, dengan adanya instruksi efisiensi anggaran dari pemerintah pusat untuk tiga isu strategis seperti penanganan kemiskinan, pemerataan infrastruktur, dan peningkatan layanan publik bakal menjadi prioritas.
"Tiga hal itu jadi prioritas," terangnya.
Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan, Musrenbang ini merupakan momentum yang penting dalam merancang arah pembangunan Kabupaten Banyumas.
"Harus mendukung program pembangunan nasional dan juga provinsi. Perencanaan ini harus benar-benar mendukung visi dan misi bupati," paparnya.
Lebih jauh, ia optimis jika semua unsur yang ada di Kabupaten Banyumas bisa bersinergi dengan baik maka bisa menjadi bekal untuk memajukan Kabupaten Banyumas.
"Kalau sinergitas ini bisa berjalan Kabupaten Banyumas akan lebih moncer," pungkasnya (Ads).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: