Mahasiswa Prodi Sejarah UMP Kuliah Lapangan Promosi Wisata Sejarah Museum Wayang dan Desa Wisata Mino Pekunden

Mahasiswa Prodi Sejarah UMP Kuliah Lapangan Promosi Wisata Sejarah di Museum Wayang dan Desa Wisata Mino Pekunden--
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Mahasiswa semester delapan Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), melakukan kunjungan kuliah lapangan ke Museum Wayang dan Desa Wisata Mino Pekunden, Banyumas, pada Jumat (26/04/2024).
Kunjungan tersebut merupakan implementasi dari mata kuliah Promosi dan Komunikasi Wisata Sejarah yang diampu oleh Sumiyatun Septian, M.Pd., beserta mahasiswa angkatan 2020, yang berjumlah 18 orang, terdiri dari 8 mahasiswi dan 10 mahasiswa.
“Tujuan kuliah lapangan ini, sebagai bentuk praktik langsung mata kuliah Promosi Wisata Sejarah, terutama kami ingin memperdalam, seperti apa metode dan strategi dalam promosi sebuah obyek wisata sejarah dan Desa Wisata diwilayah Banyumas, sehingga mahasiswa akan mengalami secara nyata ”, terang Sumiyatun Septian, M.Pd., sebagai Dosen Pengampu.
Kegiatan lapangan tersebut diawali dengan mengunjungi Museum Wayang di kota Lama, Banyumas, pada pukul 08:00- 11:00 WIB, diterima oleh Bapak Indra, dan Bapak Ely. Dalam pemaparannya, tim Museum Wayang memberikan penjelasan umum Museum Wayang, Sejarah dan koleksinya, termasuk bagaimana mempromosikan museum Wayang ke masyarakat sekolah dan umum. Selain jenis- jenis wayang, museum juga berisi koleksi benda prasejarah, peralatan gendhing dan kereta untuk Kirab Hari Jadi Banyumas. Mahasiswa juga melakukan praktik nabuh gamelan atau gendhing yang dilakukan oleh Yudhi, Karel, Salma, dibantu Bapak Indra.
“Saat ini, generasi muda kurang memiliki ketertarikan terhadap kegiatan kunjungan Museum, Bu’. Selain faktor budaya Pop, generasi muda lebih menyukai hal- hal yang pragmatis. Hanya sedikit peminat terhadap dunia wayang dan sejenisnya.”, pungkas Bapak Indra dalam penjelasannya. Kegiatan di Museum Wayang diakhiri dengan foto bersama.
Pada Pukul 13:00, setelah kunjungan ke Museum Wayang, dan sholat di masjid Nur Sulaiman, Banyumas, rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Wisata Mino, di Pekunden Banyumas, yang ditempuh sekitar 15 menit. Desa wisata Mino Pekunden, merupakan Pemenang kedua Nasional, kategori Desa Wisata Rintisan ADWI 2023, sekaligus Juara I Gelar Desa Wisata Jateng tahun 2022. Rombongan sampai dilokasi dan diterima oleh Bapak Agus, sebagai pencetus Desa Wisata Mino, sekaligus sebagai ketua RT 03/ 04 setempat, Ibu Tur dan Tim lainnya.
“Kami ini berkompetisi dengan sekitar 2000-an peserta seluruh Indonesia. Alhamdulillah, kami juara II, dan ini semua berkas doa dan kerjakeras Tim dan masyarakat di Pekunden, khususnya para Perajin Mino yang berjumlah sekitar 21 KK. Kami merintis pada tahun 2016, namun secara historis, sudah ada sejak lama dimasa prakemerdekaan. Kami juga melayani untuk kegiatan praktik untuk siswa, mahasiswa dan masyarakat umum , dari awal proses pembuatan Mino hingga siap disajikan, dengan didampingi para Chef profesional. Ya meskipun tantangan juga tidak mudah, karena datang dari dalam masyarakat kami sendiri, yaitu mempertahankan konsistensi. Bagi kami, branding adalah paling utama, dengan motto “nylekamin” , yang artinya “enak banget”, menjadi bagian promosi terpenting, dan ditunjang dengan CBT “Community Based Tourism”, yaitu proses pemberdayaan pariwisata berbasis masyarakat”., terang Bapak Agus Silo Witrasno, dengan penuh harapan sekaligus haru. Kunjungan diakhiri dengan dialog tentang metode Promosi dan foto bersama.
“Prodi Sejarah FKIP UMP, memiliki mata kuliah yang menjadi unggulan bagi lulusannya, yaitu pendukung profil Guide Sejarah, yang terdiri dari 4 mata kuliah, salahsatunya adalah Promosi dan Komunikasi Wisata Sejarah. Tentunya sebagai daya dukung bagi kami untuk mempertahankan kualitas dan akreditasi Unggul yang kami peroleh tahun 2023 lalu”, pungkas Kaprodi Sejarah, Ipong Jazimah, M.Pd. (ashr)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: