Tujuh Warga Desa Karangduren Terserang DBD
Pelaksanaan fogging di Desa Karangduren. Ali Ibrahim/Radar Banyumas
PURWOKERTO - Pemkab Banyumas saat ini sedang gencar-gencarnya menangani pandemi Covid-19 dengan mengadakan tes swab massal. Namun demikian bersamaan dengan itu pasien DBD justru meningkat di Desa Karangduren, Kecamatan Sokaraja. Ada sebanyak tujuh orang yang terserang penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegepty ini.
"Di Desa Karangduren RW 2 dan RW 4 tercatat sebanyak 7 warga yang terkena DBD sejak terjadinya pandemi Covid-19," kata Kepala Desa Karangduren, Ismanto, Selasa (14/7).
Pemerintah Desa Karangduren bersama kader sebelumnya sudah mengadakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) pada 26 Juni 2020.
"Setelah dilakukan pengecekan ke rumah-rumah warga. Ditemukan beberapa rumah yang terdapat jentik-jentik nyamuk di area yang ada genangan airnya seperti bak kamar mandi, tempat pembuangan air AC dan tandon air," ungkapnya.
Oleh karena itu dia mengatakan pihaknya mengusulkan kepada Dinkes Kabupaten Banyumas melalui Puskesmas Sokaraja untuk dilakukan pengasapan beberapa waktu lalu.
"Alhamdulillah usulan atau permintaan kami disetujui dan sudah dilakukan fogging. Semoga tidak ada penambahan lagi kasus demam berdarah," tuturnya. (ali)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
