Komitmen Sekolah Terhadap LH Kurang
PURWOKERTO – Komitmen sekolah terhadap lingkungan disekolahnya dinilai masih kurang. Bahkan tidak membedakan jenjang pendidikan terkait Adiwiyata belum mampu mendongkrak semangat. Ada sekolah dari yayasan, kepala sekolah, guru, karyawan, siswa yang banyak tidak merespon.
"Mungkin mereka menganggap masalah lingkungan kurang dibandingkan prestasi nilai siswa," kata Kepala Seksi Pengendalian dan Pencegahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas, Stephanus Sigit.
Sigit menjelaskan semua bisa disebabkan karena kurangnya komitmen bersama yang harus dilaksanakan oleh semua warga sekolah. Kepala, guru, siswa, karyawan, komite/yayasan, dan orang tua siswa semua harus melaksanakan komitmen, sesuai perannya masing-masing sehingga akan tercipta suasana lingkungan sekolah yang nyaman, tenang, bersih, teratur, dan menyenangkan. Dengan begitu prestasi akan banyak didapat oleh sekolah.
"Semoga SMPN 1 Baturraden lolos menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri tahun 2019," terang dia.
Dirinya melanjutkan perkembangan menuju Adiwiyata Mandiri SMPN 1 Baturraden menunggu undangan ke Jakarta. Karena Calon Sekolah Adiwiyata Adiwiyata Nasional (CSAN) dan Calon Sekolah Adiwiyata Mandiri (CSAM) yang masuk ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) cukup banyak dan sekolah yang lolos administrasi juga cukup banyak dari KHLK bisa melaksanakan visitasi secara sampling. Semua mempertimbangkan keterbatasan waktu dan SDM. (yda)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
