Belanja di Pasar Tradisional Lewat Aplikasi
Salah satu pasar yang akan menerapkan Cazh Pos
PURWOKERTO-Pasar Manis dan Larangan tengah digodog untuk penerapan aplikasi Cazh Pos. Aplikasi tersebut berbasis android dimana kegiatan jual beli yang ada di pasar cukup dilakukan melalui aplikasi tersebut.
"Kemarin sudah pelatihan dari Dinperindag. Selain itu juga sudah sosialisasi kepada para pedagang. Kami ingin secepatnya dapat menerapkan aplikasi itu," kata Samingun Ketua Paguyuban Pasar Manis.
Aplikasi Cazh Pos merupakan aplikasi baru. Jika selama ini aktivitas jual beli dilakukan manual secara tatap muka antara penjual dan pembeli, lewat aplikasi tersebut cukup dengan ponsel pintar saja. Meskipun demikian, kendalanya terkait dengan faktor usia dan penerapan teknologi. Namun, itu menjadi sebuah tantangan.
"Nanti akan menggunakan ponsel pintar. Bagi yang tidak bisa menggunakan dapat meminta bantuan anak atau rekannnya," jelasnya.
Dia menambahkan tidak ada paksaan dalam penerapan aplikasi itu. Namun menurutnya penting untuk dapat menyesuaikkan zaman. Memang memerlukan waktu dan proses, terlebih menerapkan sesuatu yang baru.
"Ada 100 atau 200 pedagang yang kami targetkan dapat menerapkan aplikasi tersebut. Total ada 429 pedagang aktif di Pasar Manis," katanya.
Sementara itu, Gesang Kasi Pendapatan dan Pengembangan SDM Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Banyumas menyebutkan aplikasi tersebut akan mulai diterapkan tahun ini. Untuk pilot projeknya ada Pasar Manis dan Larangan. Kedua pasar tersebut dinilai layak dan siap karena baik secara data dan manajemennya sudah bagus. (aam/hkm/ttg)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
