Radius 100 M dari Sekolah Bebas Jajanan dan Asap Rokok
PURWOKERTO-Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kabupaten Banyumas akan membuat zona pengawasan sekolah. Caranya, DKK akan memberlakukan area bersih dari jajanan bahkan asap rokok.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKK Kabupaten Banyumas Sadiyanto, SKM, MKes melalui Kabid P2KPK Siwi Utami, pihak DKK akan memberikan jarak radius 100 meter disekeliling sekolah. Menurut dia, radius ini nantinya akan diberlakukan dari sekitar lingkungan sekolah. Tidak hanya jajanan, kata dia, asap rokok pun akan dilakukan pengawasan.
"Akan kita pantau lingkungan disekitar sekolah. Tidak hanya jajanan, namun juga harus bebas asap rokok,"katanya kepada Radarmas, Kamis (13/10) kemarin.
Dalam pelaksanaannya, kata Siwi, DKK akan menginstruksikan kepada petugas kesehatan di puskesmas untuk memantaunya. Akan tetapi pengawasan ini juga akan bekerjasama dengan pembina Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Sehingga dengan melibatkan UKS, akan mengajak camat, Dindik, dan kemenag.
"Iya jadi kita libatkan seluruh pihak yang ada. Tidak DKK sendiri yang memantau agar terbentuk lingkungan yang sehat,"terangnya.
Menurut dia, sebenarnya UKS sendiri sudah dilakukan setiap saat. Dia mencontohkan, bukti pelaksanaan UKS dilakukan rutin adalah adanya dokter kecil yang sudah ada di beberapa Sekolah Dasar (SD). Sementara untuk sekolah yang lainnya, juga sudah ada pelatihan di masing-masing UKS.
"Dokter kecil dan UKS-UKS di sekolah merupakan kader kesehatan remaja yang kita latih sejak dini,"tutur dia.
Sementara terkait surat pemberitahuan, Siwi pun menyebutkan ada beberapa upaya preventif yang perlu dilakukan oleh orang tua. Upaya yang dia maksud yakni seperti dianjurkan memberikan sarapan kepada para siswa sebelum berangkat ke sekolah. Atau minimal orang tua memberikan bekal makanan kepada anak-anaknya saat di sekolah.
"Tentu saja sangat dianjurkan kepada orang tua untuk memberikan sarapan kepada anaknya sebelum berangkat sekolah. Sedang untuk pemberian bekal juga memiliki banyak manfaatnya. Salah satunya yakni mampu menghemat uang saku,"tukas dia.(rez/acd)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

