Enam Titik Rawan Banjir Dalam Kota Diusulkan Jadi Prioritas Penanganan
Kabid Drainase dan Bina Jasa Konstruksi DPU Kabupaten Banyumas Ari Sukraningrum (pakai rompi), saat survei daerah rawan banjir dalam kota.-JUNI R/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADABANYUMAS.CO.ID - Enam titik rawan banjir dalam Kota Purwokerto, menjadi usulan penanganan prioritas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas tahun depan. Keenam titik rawan banjir ini, merupakan lokasi yang kerap dikeluhkan masyarakat ketika musim hujan tiba.
Kabid Drainase dan Bina Jasa Konstruksi DPU Kabupaten Banyumas Ari Sukraningrum menuturkan, enam titik tersebut meliputi Jl Watu Gede Arcawinangun, Jl Supriyadi, Jl S. Parman, Jl Pol Sumarto, Banjir Karangpucung, dan Banjir Mersi.
"Arca itu sudah parah, karena hujan sebentar saja sudah banjir," kata dia.
Ari menambahkan, pun dengan titik rawan banjir lainnya. Intensitas hujan yang tinggi ia sebut, sejalan dengan banyaknya masyarakat yang mengeluhkan banjir tersebut di lapak aduan.
BACA JUGA:Cilacap Siaga Banjir dan Tanah Longsor, Bupati : Normalisasi dan Perbaikan Tanggul Akan Ditingkatkan
"Supriyadi harus disodet ke Kali Bakal. Karangpucung itu karena Kali Bener sudah tinggi," ujarnya.
Menurutnya, penanganan di enam titik tersebut membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
"Untuk Arca itu perlu anggaran yang besar," paparnya.
Selain itu, untuk penanganan banjir mesti ada sinergi baik dengan pemerintah juga masyarakat sekitar.
BACA JUGA:Banjir Surut, Warga dan BPBD Lakukan Bersih-Bersih
"Drainase itu hanya penanganan sepotong-sepotong tidak akan tuntas. Itu kan sistem dari hulu sampai hilir. Tidak lepas dari partisipasi masyarakat, misal buang sampah dan menutup saluran akan menjadikan penanganan banjir sulit dilakukan," pungkasnya. (res)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

