Banner v.2

Taman Safari Jajaki Pengelolaan Lokawisata Baturraden

Taman Safari Jajaki Pengelolaan Lokawisata Baturraden

Suasana Obyek wisata Baturraden saat libur sekolah lalu-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Setelah sebelumnya Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menawarkan kerja sama pengelolaan Lokawisata Baturraden kepada Taman Safari Indonesia, Agustus lalu. Kini proses penjajakan mulai berjalan.

Pihak investor dari PT Taman Safari Indonesia telah melakukan pengumpulan data dan survei lapangan pada awal Agustus lalu, sebagai langkah awal kajian kerja sama.

Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Wahyudiono mengatakan, sekitar sebulan lalu pihak Taman Safari Indonesia meminta sejumlah dokumen pendukung terkait pengelolaan Baturraden. 

“Beberapa data yang kami serahkan antara lain analisis dampak lalu lintas (andalalin), tata ruang, serta aturan yang berkaitan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” katanya, Jumat (31/10/2025).

BACA JUGA:dr.Henry Christianto, Gandeng Anak-anak Muda Majukan Pariwisata Baturraden

Selain itu, pihak investor juga mengakses data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), termasuk rincian pendapatan dan pengeluaran pengelolaan Baturraden selama ini. Tim dari Taman Safari bahkan sudah meninjau langsung kawasan wisata andalan Kabupaten Banyumas tersebut.

“Namun, sampai saat ini kami masih menunggu hasil kajian dari pihak investor. Belum ada hasil akhir, termasuk soal kepastian skema pengelolaan maupun target PAD yang akan disepakati,” jelas Wahyu.

Ia menyebutkan, selama dikelola dengan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), pendapatan Lokawisata Baturraden mencapai sekitar Rp6 sampai Rp7 miliar per tahun. Sebelum pandemi, saat masih dikelola langsung oleh Pemkab, PAD bahkan sempat menyentuh angka Rp12 miliar. 

“Kami terbuka terhadap pola kerja sama yang bisa membuat pengelolaan lebih profesional dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.

BACA JUGA:Massapi Cafe Baturraden, Sejuknya Bukan Cuma di Kulit tapi Sampe ke Hati

Meski proses penjajakan investasi tengah berjalan, Dinporabudpar tetap mempersiapkan pengelolaan menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Fokus utama diarahkan pada aspek keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pengunjung. 

“Untuk wahana baru belum ada, sementara masih pada tahap pemeliharaan,” tambahnya.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan, langkah menggandeng pihak ketiga dilakukan untuk mengoptimalkan PAD tanpa membebani masyarakat kecil. Ia menjelaskan, sistem pengelolaan Lokawisata Baturraden akan diubah dari model BLUD menjadi kerja sama dengan investor. 

“Contohnya, bagaimana Kebondalem nantinya bisa mendapatkan investor, dan Baturraden juga sedang dalam pembicaraan untuk dikelola pihak ketiga,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: