Banner v.2

Normalisasi Longsor Darmakradenan Satu Bulan

Normalisasi Longsor Darmakradenan Satu Bulan

Plt Kepala BPBD Banyumas, Andi Risdianto memimpin rapat gabungan penanganan longsor tebing kapur Desa Darmakradenan, Senin (27/10).-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Senin (27/12) siang, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Badan SAR Nasional (BASARNAS), TNI dan Polri serta unsur terkait lainnya mulai melakukan pembersihan atau normalisasi longsoran tebing kapur di wilayah RT 3 RW I Grumbul Pegawulan Kulon Desa Darmakradenan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Banyumas, Andi Risdianto mengatakan hari ini tim gabungan sudah akan melakukan pembersihan material longsor atau normalisasi. Dalam rapat teknis bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kecamatan Ajibarang, Pemerintah Desa Darmakradenan siang ini, Senin (27/10), sisa meterial di lokasi longsor akan dimanfaatkan sebagai buffer atau penahan.

"Arah pengerukan sudah dibahas. Normalisasi ditaksir membutuhkan waktu paling lama satu bulan," katanya.

Andi menjelaskan yang dibahas berikutnya terkait kebutuhan penurunan elevasi tebing. Penurunan elevasi tebing merupakan sebuah kegiatan pertambangan dan bukan dari kegiatan pos lapangan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas.

BACA JUGA:Tiga Rumah Terdampak Longsor Tebing Kapur di Darmakradenan

"Kegiatan tersebut murni kegiatan PT. Sinar Tambang Arthalestari (STAR) atau Semen Bima," terang dia.

Dilanjutkannya penurunan elevasi tebing penting dilakukan demi amannya situasi dan kondisi di lokasi longsor tesebut. Kebutuhan paska bencana dan mitigasi pencegahan terjadinya longsor juga ikut dalam dibahas dalam rapat tim gabungan.

Kepala Desa Darmakradenan, Imam WS penanganan longsor tebing kapur di wilayah RT 3 RW I Grumbul Pegawulan Kulon Desa Darmakradenan menjadi tanggungnawab mutlak dari PT. STAR. Komitmen tersebut tersebut datang langsung sejak Minggu (26/10) malam paska bencana. Disingung mengenai total warga yang terdampak longsor dari tiga rumah yang terken material longsor jumlahnya ada sembilan orang.

"Pak Aris tiga angota keluarga dan Pak Sartono enam anggota keluarga," jawabnya pada Radarmas. (yda)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: