Pedagang Pasar Wage Meluber Hingga Jalan MT Haryono, Kesemrawutan Lalu Lintas Dikeluhkan Pengguna Jalan
Setelah memenuhi jalan Vihara, Pasar Wage Purwokerto, pedagang sayuran mulai merambah ke jalan Mt. Haryono, timur Pasar Wage, Senin (22/9)-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Kawasan di sekitar Pasar Wage, Purwokerto, semakin padat oleh aktivitas pedagang kaki lima (PKL). Setelah memenuhi bahu Jalan Vihara, para pedagang sayuran kini mulai merambah dan menggelar lapak dagangannya di sepanjang Jalan MT Haryono, sisi timur pasar, memicu kesemrawutan lalu lintas yang dikeluhkan oleh pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan pada Senin (22/9) pagi, keberadaan para pedagang yang memakan sebagian badan jalan ini menyebabkan penyempitan lajur kendaraan. Aktivitas pembeli yang berhenti dan kendaraan yang parkir di tepi jalan memperparah kondisi, menciptakan kepadatan dan antrean kendaraan yang mengular terutama pada jam-jam sibuk.
Kondisi ini menjadi keluhan rutin bagi warga yang setiap hari melintasi kawasan tersebut. Lintang, salah seorang pengendara sepeda motor, menuturkan bahwa kemacetan di area tersebut sudah menjadi pemandangan biasa setiap paginya.
“Di sini kalau pagi memang sering macet, apalagi kalau ada kendaraan yang mau keluar dari parkiran di pinggir jalan,” ungkapnya saat ditemui di lokasi.
BACA JUGA:Satpol PP Cilacap Amankan Pengemis dan Anak Punk yang Bermarkas di Bangunan Pasar Wage Karangkandri
Hal serupa juga diungkapkan oleh seorang juru parkir yang enggan disebutkan namanya. Ia membenarkan bahwa kepadatan terjadi karena banyaknya pembeli yang datang. Menurutnya, keberadaan pedagang di sepanjang Jalan MT Haryono ini bukanlah fenomena baru.
“Ya, memang kalau pagi macet, Mas, banyak pembeli soalnya. Pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan MT Haryono memang sudah dari lama, jadi mau bagaimana lagi? Kami hanya membantu parkir,” katanya pasrah.
Hingga saat ini, kemacetan di pagi hari terus menjadi tantangan bagi para pengguna jalan yang melintas di sekitar Pasar Wage. Warga berharap ada penataan atau solusi dari pihak terkait untuk mengurai kesemrawutan tersebut. (jeb)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

