PKL Dukung Penyampaian Aspirasi, Tolak Aksi Anarki
Aktifitas Pedagang Kaki Lima yang mulai kembali menggelar lapaknya di sekitar Alun-alun Purwokerto, Senin (1/9/2025) sore.-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-alun Purwokerto ikut terdampak kericuhan aksi unjuk rasa yang terjadi, Sabtu (30/8/2025). Mereka terpaksa menutup lapak lebih awal karena kondisi sekitar lokasi tidak kondusif.
Sari, salah satu pedagang makanan kecil, mengaku baru kembali berjualan pada Senin (1/9/2025) setelah memilih libur sehari pasca-aksi.
“Hari Senin baru buka lagi, kemarin (Minggu) enggak jualan karena masih takut,” ujarnya.
Ia bersama suaminya, Eboy, menceritakan bahwa pada Sabtu petang mereka terpaksa menutup dagangan lebih cepat setelah massa tak dikenal mulai berbuat anarkis. Polisi juga sempat melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.
BACA JUGA:Sujud di Kaki Orang Tua, 40 Pelajar Peserta Demo Ricuh Banyumas Dipulangkan, Ngaku Cuma Ikut-ikutan
“Untung lapak pedagang di sini aman semua, karena mahasiswa yang demo bilang ke kelompok tak dikenal agar jangan ganggu pedagang,” kata Sari.
Sari berharap, apabila nanti ada aksi unjuk rasa, tidak lagi diwarnai kerusuhan dan pengrusakan fasilitas umum.
“Harapan saya jangan rusuh, karena fasilitas umum itu dibuat pakai uang kita. Kalau dirusak, kita yang rugi,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Eko, pedagang kopi di kawasan alun-alun. Ia mengaku mendukung aspirasi yang disuarakan para pengunjuk rasa, namun menolak tindakan rusuh dan merusak. Menurutnya, akibat kericuhan itu banyak rekannya sesama PKL masih memilih libur hingga hari Minggu.
BACA JUGA:Tangis Tukang Sol di Puing Kericuhan Demo, Alat Kerja dan Sepatu Pelanggan Dijarah Massa
“Saya mendukung aspirasi yang disampaikan, pajak meningkat, kita makin susah. Tapi tolong jangan rusuh, kita juga nanti yang rugi,” katanya.
Sementara itu, Rahmat, warga sekitar yang juga bekerja sebagai tukang parkir, menyebut massa yang bertindak anarkis sebagian besar masih berusia muda.
“Kemarin yang rusuh itu anak-anak kecil. Saya jaga di gang masuk perumahan sampai pukul 02.00 WIB, antisipasi ada yang masuk permukiman,” ungkapnya.
BACA JUGA:Bangunan Pemkab Dirusak, Motor Polisi Dirusak, Kasatpol: Demo Disusupi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

