Ojol dan Opang Curhat Ke DPRD, Bahas Titik Penjemputan Penumpang Stasiun
Ojek Pangkalan dan Ojek Online duduk bersama membahas titik penjemputan Stasiun Purwokerto, dengan ditengahi Ketua DPRD Banyumas, Dishub Banyumas, Kepolisian, Serta pihak DAOP 5 Purwokerto, di Gedung DPRD Banyumas jalan Bung Karno, Purwokerto, Jumat (22/8-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Komunitas ojek online (Ojol) dan komunitas transportasi konvensional stasiun Purwokerto, 'curhat' kepada DPRD Kabupaten Banyumas pada Jumat 22 Agustus 2025. Pengaturan zona penjemputan penumpang stasiun, kembali menjadi isu audiensi yang berjalan alot itu.
Ketua Umum Driver Online Banyumas Raya Kompak (DOBRAK) Anggoro Rino Pambudi mengatakan, untuk pertemuan hari ini dari driver online menginginkan tidak ada zona merah di pintu Timur Stasiun Purwokerto. Zona merah sendiri ia menjelaskan, driver online tidak bisa menjemput customer di dalam stasiun.
"Jadi ada titik penjemputan jaraknya sekitar 150 meter, itu permintaan dari teman-teman driver online untuk tidak ada zona merah lagi. Kemudian dari teman-teman yang Kompas, adalah paguyuban transportasi yang ada di dalam stasiun seperti becak, taksi konvensional, dan ojek pangkalan. Dulu pernah ada perjanjian pakta integritas tentang zona itu, jadi ini yang sedang dibahas," kata dia.
Ia menuturkan, DOBRAK mengambil jalan tengah untuk bisa diterima oleh dua belah pihak itu agar jarak titik jemputnya didekatkan lagi. Hanya saja ia sebut, cuma masih belum bisa diterima.
BACA JUGA:Driver Ojol Wajib Tahu! Kredit TVS Dazz Gampang Banget di Sini!
"Didekatkan dari semula sisi Selatan itu TK YWKA didekatkan usulan kami ke Mess Serayu. Kemudian sebelah Timur Toko Derisa dimajukan lagi depan Hotel Mulya. Sebelah Utara sebelumnya rumah pak Marjoko, didekatkan lagi ke sebelah Utara pintu masuk artinya biar dari customer mendapatkan kenyamanan karena tidak terlalu jauh, terus bisa diterima oleh teman-teman driver online. Harapan kami bisa diterima oleh semua pihak," paparnya.
Pembahasan terkait zona penjemputan penumpang stasiun sendiri, sudah beberapa kali dilakukan. Hanya saja terus berlarut-larut.
"Ini berlarut, karena muncul driver-driver baru yang belum tahu. Memang di regulasi transportasi online di PM 118 disitu mengatakan bahwa area operasi transportasi online itu dari pintu ke pintu, dari bandara dan simpul transportasi. Artinya stasiun masuk simpul transportasi artinya didalam regulasi memperbolehkan. Pakta Integritas ini sebenarnya bertentangan dengan regulasi UU," ucapnya.
Sementara itu, Perwakilan Ojek Pangkalan Sugeng menyampaikan, tentang adanya online meskipun ada UU tapi ada kebijakan di dalamnya.
BACA JUGA:Ribuan Ojol Demo Lagi! Potongan Aplikasi Dituding Bikin Makin Sengsara!
"Karena di dalam stasiun ada teman teman juga yang mencari nafkah. Kita sudah mengalah beberapa kali saya sampaikan ketika mereka masuk stasiun apa yang terjadi pada kami, dari 100 persen. 60 sampai 70 persen itu penumpang dijemput keluarganya. Sisanya dibagi ada yang dijemput atau online dan kita hanya mendapat ampasnya saja sedikit sekali," paparnya.
Ia menuturkan, teman-teman yang tergabung dalam komunitas pelaku transportasi yang ada di dalam stasiun mencari uang untuk hidup di hari itu juga.
"Dalam satu hari paling dapat Rp 50 ribu, kami mohon tolong, teman-teman online ayolah kita sejajar, tapi bukan dalam satu titik," ucapnya.
Lanjut ia mengatakan, di Pintu Barat stasiun ojek online bisa mengambil penumpang. Menurutnya, penumpang ojek online di pintu Barat sudah banyak.
BACA JUGA:Cuma 20 Ribuan Sehari, Electrum H3i Siap Jadi Andalan Ojol Masa Kini!
"Saya minta lihat ketika kita berada di pintu keluar saksikan lebih banyak ke pintu Barat atau Timur. Banyak yang ke barat, kita bukan egois, tapi jangan semena-mena jaraknya maju-maju terus hargai kami sebagai sesama profesi," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Banyumas Subagyo menuturkan, pihaknya berusaha mendengarkan semua baik ojek pangkalan atau ojek online. Ia meminta, jangan sampai terprovokasi pihak manapun.
"Lebih kedepankan hati nurani karena ini ladang mencari nafkah semuanya (ojol dan ojek pangkalan). Mari kita pahami, ada orang lain yang membutuhkan perhatian dari kita," ucapnya.
Dalam pertemuan tersebut ia sampaikan, ditunda dan akan diadakan audiensi lagi.
"Saya putuskan tunda saja dulu karena masih ada perbedaan-peebedaan. Silahkan sampaikan kepada kami, kalau sudah siap saya undang lagi," pungkasnya. (res)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

