Banner v.2

Sadewo Minta Lomba Gerak Jalan dan Drumband Digelar Setiap Tahun, Bisa Bentuk Karakter

 Sadewo Minta Lomba Gerak Jalan dan Drumband Digelar Setiap Tahun, Bisa Bentuk Karakter

Salah satu penampilan grup drumband yang atraktif dan penuh pertunjukkan.-JUNI R/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID  - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, meminta setiap tahun diadakan lomba gerak jalan dan drumband untuk jenjang SMP. Hal itu ia sampaikan, saat membuka Lomba Gerak Jalan Gembira dan Drumband SMP yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, pada Rabu 20 Agustus 2025 di Jalan S. Parman. 

"Seingat saya dulu setiap 17 Agustus ada acara seperti ini, dan kedepannya saya minta Dinas Pendidikan menginisiasi lomba seperti ini di setiap 17 Agustus," kata bupati. 

Sadewo menuturkan, lomba gerak jalan dan juga drumband menjadi salah satu kegiatan positif yang mempunyai banyak manfaat. Salah satunya melatih leadership dan meningkatkan rasa percaya diri. 

"Lomba hari ini bukan hanya sekadar untuk mencari bakat-bakat yang tersembunyi, tapi juga untuk membentuk karakter yang tangguh dan berjiwa pemimpin. Contohnya anak-anak yang bertugas menjadi mayoret atau pemimpin barisan gerak jalan harus bisa mengatur, mengarahkan dan menjaga kekompakan teman-temannya agar langkah dan musik yang dihasilkan tetap selaras," paparnya. 

Pun dengan peserta gerak jalan ia sebut, juga punya manfaat yang serupa dengan drumband. 

"Sementara itu, setiap Anggota barisan lainnya juga memikul tanggung jawab sesuai dengan posisi dan porsinya masing-masing. Dari sini kita belajar bahwa kegiatan gerak jalan dan drumband bukan sekedar lomba hiburan, tetapi kedisiplinan kerja sama tanggung jawab serta kebersamaan ini yang harus kita pelajari sejak dari kecil," ujarnya. 

Lanjut, ia juga mendorong agar pelajaran budipekerti bisa kembali diajarkan ke anak-anak sekolah di Kabupaten Banyumas. 

"Ada dulu saya kecil ada di SD SMP ada pelajaran budi pekerti. Kayaknya sekarang enggak ada ya khusus budipekerti, kalau memungkinkan itu dimasukkan kurikulum saya kepenginnya ada pelajaran budi pekerti di SD dan SMP," jelasnya. 

Soal itu, ia berkaca dari Jepang yang mengedepankan soal pentingnya attitude di level pendidikan dasar. Konsep itu menurutnya serupa dengan pelajaran budipekerti. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Joko Wiyono menuturkan, total peserta untuk gerak jalan ada 122 peserta dan 12 peserta untuk lomba drumband yang diikuti oleh seluruh SMP baik negeri dan swasta di Kabupaten Banyumas. 

"Kegiatan hari ini dalam rangka memperingati Hari 17 Agustus yang ke - 80. Ini upaya dari kita untuk memberikan satu bentuk penanaman nilai-nilai kebangsaan. Dan ini merupakan pengintegrasian nilai-nilai afektif, kognitif, dan psikomotorik sebagaimana dalam konsepsi belajar. 

Sudah lama kita tidak mengadakan, ini kita memulai lagi satu bentuk gerakan psikomotor tapi juga ada aspek afektif dan kognitif," pungkasnya. (Ads)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: