Wisata Keren Untuk Anak Muda Biar Tahu Sejarah di Museum BRI Purwokerto.
Wisata sejarah di Museum BRI Purwokerto agar pengalamanmu lebih beragam dan menambah pengetahuan.--
RADARBANYUMAS.CO.ID - Kalau biasanya museum identik dengan benda-benda kuno, seni, atau peninggalan sejarah kerajaan, ternyata Purwokerto punya museum yang agak berbeda. Namanya Museum BRI, satu-satunya museum perbankan yang ada di Indonesia.
Museum ini jadi tempat unik buat mengenal sejarah lahirnya Bank Rakyat Indonesia, yang ternyata dimulai dari Purwokerto sendiri. Lokasinya juga gampang dicari, tepat di Jalan Jenderal Sudirman, berseberangan dengan Kodim 0701 Banyumas dan kantor BRI cabang Purwokerto.
Dari Stasiun Purwokerto jaraknya cuma sekitar 800 meter, jadi cukup ditempuh dengan jalan kaki santai. Kalau dari alun-alun kota, tinggal ikuti Jalan Pengadilan lalu masuk ke Soedirman, nggak sampai 10 menit sudah sampai.
Sejarah berdirinya museum ini cukup menarik. Ceritanya bermula pada akhir abad ke-19, ketika seorang pejabat lokal bernama Raden Aria Wirjaatmadja prihatin melihat ada guru yang terpaksa berutang ke rentenir demi pesta kelulusan.
Dari situlah muncul ide untuk mendirikan sebuah lembaga keuangan yang bisa menolong masyarakat tanpa harus terjerat bunga mencekik. Tepat pada 16 Desember 1895, beliau mendirikan “Hulp-En Spaarbank Der Inlandsche Bestuursambtenaren”, yang kemudian menjadi cikal bakal Bank Rakyat Indonesia.
Tanggal tersebut kini diperingati sebagai hari lahir BRI. Untuk mengenang perjalanan panjang itu, Museum BRI resmi dibuka pada 19 Desember 1990 dan sejak itu menjadi destinasi sejarah yang menarik di Purwokerto.
BACA JUGA:Menjelajahi Warisan Sejarah Bangsa di Museum Jenderal Soedirman Purwokerto
Jangan bayangkan museum ini besar dengan lorong panjang dan ratusan koleksi. Justru sebaliknya, bangunannya sederhana, mirip rumah klasik bergaya tempo dulu. Namun di dalamnya ada banyak benda bersejarah yang bikin betah melihat-lihat.
Koleksinya cukup beragam, mulai dari uang kuno zaman VOC, uang kertas era pendudukan Jepang, hingga koleksi rupiah dari masa ke masa. Selain itu, ada juga mesin ketik jadul, brankas, buku tabungan lawas, dan peralatan perbankan lainnya. Yang paling menarik, ada ruang khusus yang menyimpan barang-barang pribadi milik Raden Aria Wirjaatmadja, serta diorama kehidupan beliau yang terasa hidup dan membuat pengunjung bisa membayangkan bagaimana perjuangannya di masa lalu.
Asyiknya lagi, masuk ke museum ini gratis alias tanpa dipungut biaya. Jadwal bukanya pun cukup fleksibel. Pada hari Senin sampai Kamis, museum buka dari pukul 09.00 sampai 14.00 WIB, sementara di hari Minggu buka lebih singkat, yaitu pukul 09.00 sampai 12.00 WIB. Untuk hari Jumat dan Sabtu, museum biasanya tutup. Jadi kalau mau berkunjung, pastikan pilih hari yang tepat biar tidak kecewa.
BACA JUGA:Masih Berposes, Purwokerto Digagas Jadi Kota Pendidikan dan Wisata
Walaupun ukuran dan jumlah koleksinya tidak terlalu besar, setiap sudut museum ini punya cerita yang menarik untuk disimak. Atmosfer bangunan lawasnya juga bikin pengalaman berkunjung terasa lebih otentik. Museum BRI ini cocok banget buat kamu yang suka sejarah, ingin tahu perjalanan perbankan di Indonesia, atau sekadar mencari alternatif wisata edukasi yang tidak biasa di Purwokerto.
Ditambah lagi letaknya yang dekat dengan pusat kota membuat museum ini mudah diakses siapa saja, baik wisatawan lokal maupun luar kota. Jadi, kalau kamu lagi jalan-jalan ke Purwokerto, jangan lupa sisihkan waktu sebentar untuk mampir ke Museum BRI.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

