Banner v.2

1.609 Guru Ngaji Belum Dapat Insentif

1.609 Guru Ngaji Belum Dapat Insentif

Aktivitas salah satu guru ngaji di madrasah.-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Hasil koordinasi dengan Pemkab Banyumas, program pemberian insentif bagi guru ngaji yang belum mendapatkan masuk pada tahap verifikasi data.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah (PD) Pondok Pesantren (Pontren), Faisal Riza mengatakan Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas dengan data yang ada di Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Quran (Badko LPQ) atau TPQ, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) melaksanakan verifikasi. Penyelarasan data dilakukan melalui EMIS terkait guru ngaji yang memenuhi persyaratan untuk diusulkan kepada Bupati.

"Ada 1.609 guru ngaji yang sudah terdata belum mendapatkan insentif. Data itu kami selaraskan dan usulkan," katanya.

Riza menjelaskan sinkronisasi data calon guru ngaji penerima insentif dilaksanakan terus menerus. Rencananya meskipun data 1.609 guru ngaji yang belum mendapatkan insentif sudah masuk, operator EMIS masing-masing kecamatan dari TPQ, madin dan pontren bakal diundang ke Kantor Kemenag Banyumas untuk sinkronisasi data.

BACA JUGA:Guru Ngaji dan Da'i Dapat Akses Rumah Subsidi dengan Skema KPR Syariah BTN

"Dari 1.609 orang tersebut setelah sinkronisasi jumlahnya bisa berubah. Berkurang karena terangkat sebagai Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK) atau bertambah karena guru-guru TPQ dengan ijin opersional baru kami masukkan," terang dia.

Dilanjutkannya untuk kendala yang sering ditemui terkait pendataan guru ngaji penerima insentif, yang pertama terkait IT. Di beberapa wilayah pinggiran Kabupaten Banyumas sinyal internet masih kurang. Yang kedua faktor Sumber Daya Manusia (SDM) karena semua guru ngaji kemampuan ITnya bisa berbeda.

"Mengatasi itu kami melibatkan Penyuluh Agama Islam untuk menyusuri wilayah pinggiran yang terkendala internet agar calon penerima insentif terdata dengan baik," pungkas Riza. (yda)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: