Banner v.2

Tembok Keliling Ambruk Kelurahan Bantarsoka Belum Ditangani Permanen

Tembok Keliling Ambruk Kelurahan Bantarsoka Belum Ditangani Permanen

Tembok keliling bagian belakang Kelurahan Bantarsoka yang ambruk baru ditangani sementara dengan ditutup bilah bambu, Selasa (12/8).-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Berbatasan langsung dengan rel kereta api di bagian belakang, tembok keliling Kelurahan Bantarsoka ambruk dan belum ditangani permanen.

Pantauan Radarmas pada Selasa (12/8), ambruknya tembok keliling Kelurahan Bantarsoka baru ditangani sementara dengan ditutup bilah bambu. Tidak cukup kuat, bilah bambu yang berfungsi menutup akses orang keluar masuk dari arah rel kereta api ke kantor kelurahan sudah terbuka. Total panjang tembok keliling yang ambruk kurang lebih 20 meter dengan tinggi 1,5 meter.

Sekretaris Kecamatan Purwokerto Barat, Sunadi mengatakan ambruknya tembok keliling Kelurahan Bantarsoka tidak terjadi baru-baru ini. Untuk penanganan sementara sudah coba dilakukan dengan ditutup dengan bilah bambu pada tembok keliling yang ambruk.

"Volume tembok keliling yang ambruk sebenarnya tidak besar. Mudah-mudahan cepat ditangani  permanen," katanya ditemui Radarmas, Selasa (12/8).

BACA JUGA:Rumah Ambruk Terdampak Tanah Longsor, Warga di Watuagung Mengungsi

Sunadi menjelaskan informasinya Kelurahan Bantarsoka bakal mendapat anggaran untuk perbaikan aula pada tahun depan bersama dengan Kelurahan Kober. Dengan anggaran kurang lebih satu milyar rupiah, dirinya belum mengetahui persis apa didalamnya termasuk dengan perbaikan tembok keliling. Prinsip kerusakan Aula Kelurahan Kober segera tertangani.

"Bagian belakang Kelurahan Bantarsoka mungkin bisa didesain viewnya menghadap ke rel kereta api. Dibuatkan tempat bagi UMKM," terang dia.

Disinggung mengenai penanganan kerusakan dengan dana kelurahan, peruntukan dana kelurahan bukan untuk pekerjaan fisik kantor kelurahan. Dengan nominal yang terbatas, dana kelurahan salah satu peruntukannya untuk membiayai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

"Dana kelurahan tidak untuk perbaikan kantor kelurahan," pungkas Sunadi. (yda)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: