Desak DPRD Suarakan Aspirasi, Mahasiswa Gelar Mimbar Bebas
tuntutan mahasiswa Unsoed terbaru, tolak KUHAP dan Omnibus Law, mahasiswa desak DPRD Banyumas, penolakan taman nasional Slamet, tarif parkir Purwokerto mahal, revisi KUHAP dihentikan segera, demo mahasiswa Banyumas 24 Juli, tuntutan soal perampasan aset, -ALWI SAFRUDIN/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Purwokerto dan sekitarnya menggelar aksi mimbar bebas di depan Kantor DPRD Kabupaten Banyumas, Kamis (24/7).
Aksi bertajuk “Indonesia Makin Gelap: Kembalikan Kedaulatan Rakyat” ini menjadi wadah penyampaian keresahan mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan nasional yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.
Presiden BEM Unsoed, Hafiz Baehaqi,menyampaikan aksi ini merupakan bentuk pergerakan yang mengatasnamakan masyarakat Banyumas. Ia menyebut banyak kebijakan pemerintah yang tidak mencerminkan suara rakyat, sehingga aksi ini pun menjadi bentuk perlawanan terhadap ketimpangan tersebut.
“Banyak kebijakan yang tidak mengambil isi pikiran dari rakyat. Maka timbul aksi ini. KUHAP, tarif impor yang merugikan, ini menjadi keresahan kami,” tegasnya.
BACA JUGA:Ribuan Ojol Demo Lagi! Potongan Aplikasi Dituding Bikin Makin Sengsara!
Ia menyampaikan, seluruh narasi dan isu yang dibawa merupakan akumulasi keresahan rakyat. Aksi ini juga tersinkronisasi secara nasional, yang digelar serentak sejak 21 hingga 25 Juli 2025, dan akan berlanjut ke aksi lanjutan di tingkat nasional.
Tak hanya isu nasional, mahasiswa juga menyoroti wacana perubahan status Gunung Slamet menjadi taman nasional. Mereka mempertanyakan nasib masyarakat yang selama ini tinggal dan menggantungkan hidup di lereng Gunung Slamet.
“Kami mendesak DPRD Banyumas untuk membicarakan hal ini kembali ke pemerintah pusat,” ujarnya.
Dalam orasinya, Hafiz juga menuntut agar pembahasan revisi RUU KUHAP dihentikan, serta mendesak kejelasan terhadap RUU Perampasan Aset dan Omnibus Law yang hingga kini dinilai belum memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat.
BACA JUGA:Sempat Naik Karena Demo ODOL, Harga Cabai Kembali Stabil
Ia turut menyinggung persoalan remeh namun dirasa penting di tingkat lokal, seperti banyaknya titik parkir dan mahalnya tarif parkir di Purwokerto.
“Harus ada regulasi yang jelas soal parkir, jangan sampai membebani masyarakat,” katanya.
Mahasiswa menegaskan bahwa aksi serupa akan terus digelar jika aspirasi mereka tak kunjung didengar dan ditindaklanjuti.
Untuk mengamankan jalannya aksi, sebanyak 420 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan diterjunkan. (alw)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
