Banner v.2

106 Warga Blater Purbalingga Terjangkit Chikungunya

106 Warga Blater Purbalingga Terjangkit Chikungunya

DIPERIKSA: Warga diperiksa bergantian saat terjangkit gejala Chikungunya. CAHYO/RADARMAS PURBALINGGA - Chikungunya menyerang tak kurang dari 106 orang warga Desa Blater Kecamatan Kalimanah, sejak Juli- November ini. Penyakit yang disebabkan virus dengan perantara nyamuk ini menginfeksi warga di di empat lingkungan RT. Masing- masing di RT 2 RW 6, RT 3 RW 6, RT 1 RW 7, RT 2 RW 7 Desa Blater. “Total rumah yang anggota keluarganya terjangkit ada 135 rumah," jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga, drg Hanung Wikantono MPPM kepada wartawan, Sabtu (21/11), kemarin. Akibat serangan ini, aktifitas warga menjadi terganggu. Pasalnya, mereka yang terjangkit merasakan demam, nyeri sendi, nyeri otot, kelelahan dan sakit kepala yang datang tiba-tiba. Gejala biasanya muncul dalam waktu seminggu infeksi. Demam dan nyeri sendi datang tiba-tiba. Nyeri otot, sakit kepala, kelelahan, dan ruam juga dapat terjadi. https://radarbanyumas.co.id/klaster-pabrik-rambut-palsu-tempat-karantina-mandiri-di-kalikabong-ditolak-pindah-ke-gedung-korpri-purbalingga/ Penanganan biasanya ditujukan untuk menghilangkan gejala. Kebanyakan orang merasa lebih baik dalam waktu seminggu atau lebih, setelah virus hilang dengan sendirinya."Petugas kami sudah melakukan pengobatan total terhadap 106 warga dari pagi hingga sore,” kata Hanung. Dari penanganan tersebut, sebanyak 37 orang diantaranya sudah sembuh. Pasien tidak dirawat inap. Hanung menjelaskan, virus Chikungunya ditularkan melalui gigitan serangga, utamanya nyamuk. Hanung menambahkan, hasil penyelidikan epidemiologi, penyebaran virus Chikungunya itu sudah berlangsung sejak awal Juli lalu. Dinkes dan Puskesmas Kalimanah berencana melakukan tindakan fogging dua kali. Yaitu pada Senin (23/11) dan Senin pekan berikutnya. Tim Puskesmas Kalimanah sudah melakukan sosialisasi pra fogging terhadap warga melalui pembagian selebaran. Sosialisasi juga dilakukan dengan pengumuman melalui pengeras suara masjid dan musala desa setempat. “Kami berharap Chikungunya segera surut. Musim penghujan ini, warga juga harus bisa menjaga lingkungan, jangan sampai kotor dan kumuh. Karena jika tidak hidup bersih dan sehat, mudah memicu penyakit,” tegasnya. (amr)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: