Banner v.2

Dua Seniman Purbalingga Tembus Program “Pentas di Rumah” Kemenparekraf RI

Dua Seniman Purbalingga Tembus Program “Pentas di Rumah” Kemenparekraf RI

Agustav Triono, seniman asal Purbalingga masuk dalam 100 peserta terpilih untuk kategori tunggal. (istimewa) PURBALINGGA - Dua seniman Purbalingga, Agustav Triono dan Umah Wayang Kemukusan berhasil menembus kurasi program "Pentas di Rumah" yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Agustav Triono masuk dalam 100 peserta terpilih untuk kategori tunggal. Pegiat teater dari Komunitas Teater dan Sastra Perwira (KATASAPA) Purbalingga sebelumnya mengirimkan karya berupa pentas teater monolog berjudul "Dalam Kesunyian Hari-hari". “Monolog tersebut menceritakan seorang aktor yang rindu akan proses latihan teater, karena ada wabah pementasan dibatalkan. Di akhir cerita sang aktor tetap semangat berkarya meski di rumah saja dengan menulis puisi,” tutur Agustav, Kamis (11/6). Sementara di kategori kelompok, seniman Purbalingga yang tergabung dalam Umah Wayang Kemukusan, Selakambang, Kaligondang juga masuk dalam 100 karya terpilih. Kelompok tersebut terdiri dari dalang Ki Kusno dan dibantu pemusik Sulung Purnomo dan Lintang Rencono. Mereka menampilkan Wayang Jemblung berjudul "Melebur Pagebluk". Dalang Ki Kusno dalam Wayang Jemblungnya menyampaikan beberapa hal untuk meruwat keadaan, menghilangkan pagebluk dengan empon-empon dan daun-daun yang mengandung filosofi. Salah satu anggota Umah Wayang Kemukusan, Sulung Purnomo mengatakan tidak menyangka bisa masuk terpilih. "Menurut informasi di Instagram panitia, yang mengirim karya seluruhnya sebanyak 1.652 peserta. Kami senang bisa terpilih, semoga menjadi pemicu untuk terus berkarya," ujarnya. "Pentas di Rumah" sendiri menjadi salah satu program dari Kemenparekraf RI dengan tujuan menstimulus seniman pertunjukan agar tetap berkarya di masa pandemi ini. Stimulus tersebut sebesar 500 ribu untuk kategori tunggal dan 1 juta untuk kategori kelompok. Karya dari seniman Indonesia berbagai daerah tersebut dikirim melalui Instagram, berdurasi 3-5 menit, dan terakhir dikirim pertengahan Mei lalu. (nif)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: