Rusak, Tiga Jembatan Ditutup
RUSAK : Jembatan Kali Muli sudah tidak bisa digunakan karena pondasi jembatan menggantung. Jalan penghubung antardusun di Desa Panusupan, Kecamatan Rembang sepanjang 69 meter terputus. ADITYA/RADARMAS
PURBALINGGA - Tiga jembatan di Kabupaten Purbalingga, tak bisa digunakan karena bencana banjir beberapa waktu lalu. Yakni Jembatan Kali Caban di Desa Panusupan Kecamatan Rembang, Jembatan Kali Muli di Desa Tunjungmuli Kecamatan Karangmoncol, serta jembatan pada ruas jalan Pagerjirak-Karanggedang Desa Kutawis Kecamatan Bukateja.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Nugroho Priyo Pratomo mengatakan, akibat bencana banjir, ada empat jembatan yang rusak. "Satu jembatan diantaranya masih bisa dilewati. Sedangkan tiga diantaranya tidak bisa digunakan atau dilewati kendaraan, karena rusak parah," ungkapnya, Senin (1/4).
Dia menjelaskan, jembatan yang masih bisa digunakan yakni Jembatan Kali Karang. "Jembatan Kali Karang masih berfungsi karena hanya sayapnya yang ambrol. Tapi tahun ini ada anggaran perbaikan. Yang tiganya tidak boleh dilintasi kendaraan karena sangat berbahaya. Jadi harus ditutup," imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan, untuk jembatan Kali Muli di Tunjungmuli, kerusakan pada pilar yang menggantung karena bagian dasar fondasi tergerus arus sungai. Untuk rencana darurat, akan melakukan perbaikan pilar.
Namun dari hasil analisisnya, jembatan sudah tidak layak. Untuk itu, tahun depan akan diusulkan penggantinya dengan membangun jembatan baru.
"Kalau yang Kali Caban putus total. Abutmen retak dan sayap ambrol. Untuk sementara, kami berkoordinasi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purbalingga, red) untuk memasang jembatan darurat," katanya.
Sedangkan jembatan di Kutawis, kerusakan terjadi hingga separuh jalan. Untuk penanganan darurat, pihaknya akan memasang gorong-gorong baja atau armco. Ke depan, jembatan harus diperbaiki secara permanen.
Sementara itu, ambruknya jalan penghubung antardusun di Desa Panusupan, Kecamatan Rembang membuat warga kesulitan. Hujan berintensitas tinggi pada 22 Maret lalu, berdampak pada meluapnya Sungai Kahuripan hingga menyebabkan jalan aspal sepanjang 69 meter terputus.
Anto, salah satu warga mengungkapkan, hingga saat ini kerusakan belum tertangani. Imbasnya, jalan utama yang menjadi penghubung antara Kecamatan Rembang dan Kecamatan Karangmoncol menghambat akses untuk pendidikan, wisata, maupun ekonomi.
Untuk bersekolah bagi warga Dusun Tipar lebih dekat ke Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, dibandingkan dengan sekolah di Desa Panusupan. "Terutama untuk akses pendidikan. Banyak warga Dusun Tipar yang sekolah di Desa Tunjungmuli,” ujarnya.
Untuk sementara, warga harus memutar melalui jalur alternatif sepanjang 800 meter untuk menuju Desa Tunjungmuli. (tya/nif/sus)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

