Banner v.2

Guru Tidak Tetap Purbalingga Diminta Tidak Mogok Mengajar

Guru Tidak Tetap Purbalingga Diminta Tidak Mogok Mengajar

Guru Tidak Tetap bertemu dengan Plt Bupati Purbalingga, Selasa (16/10). AMARULLAH NURCAHYO/RADARMAS PURBALINGGA - Forum Honorer Pendidik dan Tenaga Pendidikan (FHPTK) Kabupaten Purbalingga pada Senin (15/10) kemarin, melakukan aksi mogok mengajar. Hal itu dilakukan karena adanya instruksi dari pusat untuk melakukan aksi mogok mengajar masal selama setengah bulan. Namun, pada Senin kemarin, tidak semua Guru Tidak Tetap (GTT) di Kabupaten Purbalingga melakukan aksi mogok mengajar. Ada GTT yang tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Satu hari setelah beberapa GTT melakukan aksi mogok mengajar, Selasa (16/10) kemarin, Ketua FHPTK Kabupaten Purbalingga Abas Rosadi dan beberapa rekan forum lainnya bertemu dengan Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BECon MM. Pada pertemuan tersebut, Tiwi meminta GTT dan PTT tidak melakukan aksi mogok mengajar karena menyangkut pendidikan di Purbalingga. baca: Ribuan GTT Purbalingga Mogok Mengajar Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subeno menyampaikan pesan Plt Bupati bahwa pada Senin (15/10), tidak ada mogok sampai ribuan GTT. Bahkan untuk selanjutnya, Subeno menjamin tidak ada aksi mogok mengajar seperti yang dikabarkan kemarin. “Plt bupati meminta GTT memahami, karena selama ini mereka juga sudah difasilitasi oleh pemkab. Misalnya SK GTT, honor yang naik, meski belum memuaskan bagi para guru. Namun prinsipnya, pemkab memfasilitasi aspirasi mereka,” katanya, kemarin. Subeno juga menegaskan, pemkab sudah memfasilitasi keinginan GTT dan PTT ke pusat. Terkait kesejahteraan juga sudah berubah. Meskipun GTT dan PTT tetap menginginkan tingkat kesejahteraan meningkat. “Jadi kami yakin besok dan seterusnya tidak ada mogok masal di Purbalingga,” tegasnya. Ketua FHPTK Kabupaten Purbalingga Abas Rosadi mengatakan, pihaknya sebenarnya hanya menjalankan perintah organisasi di pusat. Bahkan sudah ada surat dari kepolisian dan instansi berwenang lainnya. “Kalau di Purbalingga ada yang mogok atau tidak, itu kan hak para guru. Tidak ada yang bisa melarang. Seharusnya pemkab memahami kondisi ini. Jika besok ada yang mogok mengajar, kami tidak bisa melarang,” ungkapnya. Seperti diberitakan, GTT di Kabupaten Purbalingga per Senin (15/10) melakukan aksi mogok mengajar hingga dua pekan kedepan. Para guru yang tidak masuk kerja kebanyakan lebih memilih di rumah sembari tetap berkoordinasi. (amr/sus)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: