Ribuan GTT Purbalingga Mogok Mengajar
Pilih Di Rumah dan Koordinasi PURBALINGGA- Guru honorer ataupun guru tidak tetap di Purbalingga akhirnya benar-benar memilih untuk mogok mengajar. Ribuan guru honorer tersebut setidaknya memilih berhenti mengajar selama dua minggu kedepan. Ketua Forum Honorer Pendidik dan Tenaga Pendidikan (FHPTK) Kabupaten Purbalingga Abas Rosadi mengatakan per 15 Oktober hingga dua pekan kedepan, mogok massal mulai dilaksanakan. "Rata- rata guru di sekolah dasar (SD) ada yang tinggal separoh. Bahkan ada juga yang hanya tersisa satu atau dua orang guru PNS. Ini membuktikan kami sungguh-sungguh meminta kebijaksanaan yang adil, tegasnya, Senin (15/10). Jika semua mogok, di Purbalingga ada sekitar 2.500 GTT dan 700 pegawai tidak tetap (PTT). Para guru yang tidak masuk kerja itu kebanyakan lebih memilih di rumah sembari tetap berkoordinasi. "Kami berencana menemui kembali Plt Bupati Purbalingga untuk audiensi. Jadi sembari tetap berjuang sesuai mekanisme yang telah disepakati bersama di organisasi kami," tambahnya. Aksi itu dilakukan karena sudah ada instruksi dari pengurus pusat akibat tidak ada respon atas aspirasi para GTT. Terlebih pemerintah tetap membuka pengadaan CPNS formasi umum tanpa mengakomodir semua GTT. Menurut dia, setidaknya, dengan melakukan aksi mogok, pemerintah bisa merasakan bagaimana keberadaan guru honorer di sekolah- sekolah. "Bisa dibayangkan, saat ini saja ada sekolah yang hanya memiliki dua orang guru PNS. Sisanya semua GTT honorer. Saat kami mogok, apa pembelajaran akan terlaksana, tentunya akan terganggu, ungkapnya. Abas mengatakan, dia telah mengkomunikasikan rencana tersebut kepada Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pubalingga. "Dindikbud Purbalingga tidak bisa melarang pun tidak juga mengizinkan juga salah," tuturnya. Plt Dindikbud Kabupaten Purbalingga Subeno mengimbau jika guru tetap mogok masal, diharapkan jangan sampai melupakan tanggungjawabnya. "Kami juga tetap meminta mereka bertanggungjawab, jika tidak berangkat harus izin kepala sekolah sebagai pimpinannya. Termasuk izin ketika hanya mengajar dengan memberikan tugas," kata dia. Masih Mengajar Di bagian lain, tidak semua guru honorer mulai mogok mengajar, kemarin. Dari pantauan Radarmas, beberapa guru tidak tetap Purbalingga masih mengadakan kegiatan belajar mengajar seperti biasanya. Salah satu guru honorer SMPN di Bojongsari yang namanya enggan dikorankan mengatakan, dia masih tetap berangkat mengajar pada Senin (15/10) ini. Ia menuturkan masih menunggu komando dari FHPTK (Forum Honorer dan Pegawai Tidak Tetap) Purbalingga. "Saya mendapat kabar bahwa Ketua FHPTK Purbalingga masih dalam mediasi dengan Plt Bupati terkait kebijakan selanjutnya. Mogok itu pilihan terakhir karena memang sebenarnya tidak sesuai hati nurani. Kasihan anak-anak," ujarnya yang mengakui memiliki usaha sambilan berjualan sembako . Dimin, guru asal SDN 1 Purbalingga Wetan menyatakan keresahannya terkait kesejahteraan GTT. Ia mengharapkan dibuatnya regulasi baru yang tidak merugikan GTT. Khususnya yang telah melewati batas usia pendaftaran CPNS. (amr/nif)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

