Banner v.2

Pemdes Bingung Kelanjutan Rehab Rumah Sukaryo

Pemdes Bingung Kelanjutan Rehab Rumah Sukaryo

PURBALINGGA - Pemerintah Desa (Pemdes) Tujungmuli, Kecamatan Karangmoncol, mengaku kebingungan mencari dana untuk melanjutkan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) milik Sukaryo (40), yang ambruk menimpa warga yang tengah kerja bakti. Sebab, dana desa (DD) sebanyak Rp 10 juta sudah habis untuk membeli material bangunan yang saat ini kondisinya rusak setelah ambruk. "Kami masih berpikir lagi mau cari dari mana lagi dananya. Karena uang Rp 10 juta sudah habis," kata Kades Tunjungmuli Joko Pranoto. AMBRUK : Pengangkatan rumah dari papan ambruk saat dipindah ke pondasi yang sudah jadi.DOK RADARMAS Menurutnya, selain dana Rp 10 juta dari DD, pemilik rumah juga sudah menghabiskan dana Rp 17 juta untuk renovasi rumah. Meski demikian, perbaikan rumah milik Sukaryo masih terus dilakukan. Bahkan pemuda Banser hari ini (kemarin, red), membersihkan reruntuhan rumah yang menimpa warga. "Saat ini masih dilanjutkan dengan kerja bakti dari Banser dan warga untuk membersihkan sisa-sisa reruntuhan," katanya. Menurut Joko, dari 50 warga yang tertimpa atap rumah, rata rata mengalami luka di kepala setelah tertimpa balungan atap yang terdiri dari glugu dan asbes. Lima warga harus dilarikan ke Puskesmas Karangmoncol dan satu diantaranya harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Goeteng Purbalingga. "Rata-rata yang luka kepalanya, yang dirawat luka luka sekitar 5 orang, 4 sudah pulang setelah di jahit, tinggal 1 yang masih dirawat di RS Goeteng, atas nama Ali Supratno," ujarnya. Diberitakan sebelumnya, gotong royong warga Desa Tunjungmuli, merenovasi rumah berubah menjadi isak tangis. Saat itu sekitar pukul 21.00, sekitar 50 orang membantu mengangkat rumah hasil program RTLH milik Sukaryo. Tanpa disangka, saat pengangkatan rumah dari papan ke arah pondasi yang sudah jadi sekitar satu meter di sisinya, tiba-tiba rumah ambruk. Bangunan tersebut menimpa puluhan orang di dalamnya. (tya/sus)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: