Mengenal Fery Yohanes, Pelari Asal Purbalingga
Awalnya Lari 200 Meter Badan Pegal, Kini Bisa Lari 100 Km
Olahraga lari makin banyak digemari berbagai kalangan di tanah air. Termasuk Fery Yohanes, pengusaha muda asal Kabupaten Purbalingga. Olahraga lari membawanya keliling Indonesia bahkan ke luar negeri.
SEMANGAT : Fery Yohanes salah satu pelari amatir dari Purbalingga yang sudah mengikuti berbagai event nasional hingga internasional.
ADITYA WISNU WARDANA, Purbalingga
Sekitar empat tahun lalu, Fery mulai mengenal olahraga lari. Dia mengaku mulai hobi olahraga lari untuk mendapatkan tubuh yang sehat. Sebab, sebelum menyukai olahraga lari, hidupnya kurang sehat atau jarang berolahraga.
"Saat pertama kali, lari dua ratus meter non stop rasanya tubuh sudah tidak karuan," ungkapnya kepada Radarmas, beberapa waktu lalu.
Namun dia tak putus asa. Setahap demi setahap jarak larinya selalu ditinggatkan setiap hari. Hingga ahirnya bisa berlari hingga puluhan kilometer.
Dia mengaku, mendapatkan banyak hal positif dari olahraga lari yang ditekuninya. Selain badan yang lebih bugar, dia juga tidak lagi menjadi perokok aktif. "Saya juga jadi banyak teman," katanya.
Setelah bisa berlari lebih dari 10 kilometer, dia mengaku mulai mengikuti kejuaraan lari yang digelar di berbagai kota. Mulai Jakarta Marathon, Bali Marathon, Borobudur Marathon hingga Jojga Marathon. Event-event tersebut merupakan event lari internasional bergengsi di tanah air.
Tak hanya event lari jalan raya, Fery juga mulai tertarik mengikuti event trail run. Event yang sudah diikutinya antara lain Coast to Coast di Jogjakarta hingga Ciremai Trail Run. Event trail run tersebut merupakan even berkelas internasional.
Bahkan, Fery juga sempat mengikuti event lari internasional di negeri tetangga. Salah satunya Titi Ultra, yakni lomba lari dengan menempuh jarak 100 kilometer yang digelar di Malaysia.
Puluhan medali lari berhasil dikumpulkan. Medali tersebut menjadi saksi sejarah perubahan hidupnya, dari tak suka olahraga menjadi pelari amatir yang kenyang pengalaman lari nasional dan internasional.
Untuk menjaga kondisi tubuh, dia mengaku rutin berlari di jalanan kota Purbalingga. Termasuk juga menjajal rute-rute lari di wilayah pedesaan. Bahkan dia juga kerap menggelar lari bersama dengan rute ultra. Salah satunya ketika menaklukkan rute Purbalingga-Banjarnegara sejauh 50 kilometer, bersama pelari-pelari dari Purbalingga dan Banyumas.
Tak hanya berlari untuk diri sendiri, Fery juga berusaha menularkan virus lari kepada rekan-rekannya di Purbalingga yang selama ini jarang berolahraga.
Hasilnya, dia bersama dengan rekan-rekannya bisa membentuk FA Runners. Komunitas lari lokal Purbalingga ini kerap menggelar lari bersama. Termasuk mengikuti event lari yang digelar di wilayah eks Karesidenan Banyumas dan nasional. (*/sus)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

