Zonasi Bikin Calon Wali Murid SMP/MTs di Purbalingga Cemas
Pendaftaran Sistem Manual
PURBALINGGA - Bonus nilai pada sistem zonasi PPDB SMP/MTs di Kabupaten Purbalingga, dikeluhkan wali murid. Mereka mengaku khawatir anaknya yang memiliki nilai biasa takut tidak diterima di sekolah favoritnya.
"Anak saya nilai ujian murninya 266,5, karena domisili di Bukateja tambahan nilai hanya 5 jadi totalnya 271,5. Takutnya tersingkir karena ada bonus nilai tempat tinggal," kata salah satu wali murid Hendra di sela-sela PPDB SMPN 1 Purbalingga, Senin (19/6).
DIMINATI : SMPN 1 Purbalingga menjadi salah satu sekolah yang kebanjiran pendaftar. (GALUH WIDOERA/RADARMAS)
Hal serupa juga dialami orang tua Dyah Ali, yang nilai ujian murni 269,5. "Kalau tambahan 5 angka karena satu kabupaten dengan sekolah semua yang mendaftar disini juga pasti dapat. Saingannya dengan anak yang tinggal di Kecamatan Purbalingga. Satu-satunya bantuan ya piagam juara satu tari kelompok tingkat kecamatan," terangnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga Heriyanto SPd MSi mengatakan, zonasi merupakan kebijakan pemerintah agar disparitas antara sekolah kota dan sekolah pinggiran sama. "Harapannya ke depan tidak ada lagi kesenjangan antara sekolah favorit dan tidak favorit," terang Heri.
Heri mengatakan, SE terkait petunjuk teknis PPDB ada revisi dan baru dikeluarkan kemarin (19/6). Berdasarkan surat edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 421.3/1214/2017 tanggal 19 Juni 2017 tentang ralat juknis PPDB berisi calon siswa yang berdomisili satu desa/kelurahan dengan sekolah yang dituju wajib diterima.
Kemudian bonus tempat tinggal di luar desa atau kelurahan dalam kecamatan yang sama sebesar 10, sedangkan tempat tinggal di luar kecamatan dalam kabupaten yang sama diberi bonus 5.
"Kami memang lakukan revisi, yakni penambahan nilai yakni untuk pendaftar yang bertempat tinggal di satu wilayah kecamatan atau satu kabupaten dengan sekolah. Serta bonus nilai untuk prestasi dari tingkat kecamatan sampai nasional. Selain itu, calon siswa yang berdomisili satu desa/kelurahan dengan sekolah yang dituju wajib diterima," tuturnya.
Berdasarkan pantauan Radarmas, sekolah favorit seperti SMPN 1 Purbalingga, SMPN 3 Purbalingga, dan SMPN 2 Purbalingga kebanjiran pendaftar di hari pertama PPDB. SMPN 1 Purbalingga jumlah total pendaftar sudah mencapai 256 siswa, SMPN 3 Purbalingga mencapai 284 siswa, sedangkan SMPN 2 Purbalingga mencapai 244 siswa.
“Pendaftaran masih dengan sistem manual, mengisi formulir pendaftaran dan melengkapi syarat-syarat pendafaran kemudian melanjutkan proses di sekolah. Jadwal pendaftaran tanggal 19 Juni -21 Juni, pengumuman tanggal 22 Juni,” kata Kepala SMPN1 Purbalingga Sutrisno. (gal/sus)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

