Banner v.2

Buka Bersama Secara Bancakan di Rutan Purbalingga

Buka Bersama Secara Bancakan di Rutan Purbalingga

Hilangkan Stigma Negatif PURBALINGGA – Ada yang berbeda saat buka puasa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Purbalingga, Jumat (16/6). Sebanyak 57 warga binaan pemasyarakatan (WBP), 20 petugas Rutan, dan perwakilan dari Warung Ndeso buka bersama secara bancakan. BANCAKAN : Buka bersama di Rutan Purbalingga dilakukan secara bancakan. (GALUH WIDOERA/RADARMAS) Suasana hangat penuh canda nampak saat itu. Tidak terlihat mana warga binaan, warga biasa, maupun petugas Rutan. Semuanya berbaur duduk bersama. Makanan yang disajikan juga sederhana, nasi dengan lauk sayur kentang, kacang panjang, tahu, telur, kerupuk, dan sambal. Kepala Rutan Purbalingga Sulardi BcIP SH mengatakan, WBP membutuhkan perhatian dan sentuhan kasih sayang dari masyarakat, agar stigma negatif yang menempel perlahan luntur dan bisa kembali ke masyarakat dengan sifat dan perilaku baik. “Selama ini kami membuka kesempatan kepada masyarakat yang memiliki kepedulian sosial kepada warga binaan pemasyarakatan. Salah satunya dengan kegiatan buka bersama seperti ini,” terangnya. Ia menambahkan, selama bulan ramadan sudah melakukan tiga kali buka bersama. “Dengan pimpinan dewan, Fraksi PKB, kemudian tali kasih dari PT Aneka Bering melalui Warung Ndeso Purwokerto,” katanya. Sulardi menuturkan, bila ada kegiatan buka bersama, dilakukan bergantian antar WBP. Saat ini WBP Rutan Purbalingga berjumlah 144 orang. “Tidak bisa semuanya ikut kegiatan sekaligus karena kami juga mempertimbangkan keamanaan. Saat ini WBP yang ikut sebanyak 57 orang dengan tujuh diantaranya perempuan,” ujarnya. Sulardi berharap, seiring berjalan waktu akan banyak pihak yang mengadakan kegiatan bersama dengan WBP. “Pembinaan tidak murni dari lembaga pemasyarakatan, tapi dari masyarakat umum juga memiliki hak dan kewajiban untuk ikut membantu mengubah sifat dan perilaku WBP. Serta ikut membangun menghilangkan stigma negatif orang-orang yang telah menjadi WBP,” terangnya. Fasilitator buka bersama Waroeng Ndeso, Eti Wurnaningsih menuturkan, kegiatan tersebut rutin diadakan. Bukan hanya di bulan Ramadan, tapi juga di bulan-bulan biasa. “Sebagai wujud kasih sayang dan kepedulian. WBP nantinya juga akan kembali kepada masyarakat, jadi sebisa mungkin kami ikut membesarkan hati mereka agar saat kembali ke masyarakat tidak melakukan kesalahan seperti sebelumnya,” tuturnya. (adv/gal/sus)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: