Banner v.2

Tiga Gereja di Purbalingga Dijaga Ketat

Tiga Gereja di Purbalingga Dijaga Ketat

Serukan Toleransi Agama PURBALINGGA - Tiga gereja besar di Kabupaten Purbalingga yakni Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Kristen Jawa (GKJ), dan Gereja Santo Agustinus, disterilisasi oleh personel gabungan Polres Purbalingga, Kamis (13/4). Tim gabungan yang terdiri dari Satsabara, Reskrim, Intel, dan Unit Satwa Satsabhara, dipimpin oleh Kasat Sabhara Kompol Suharsono. Dikatakan Suharsono, sterilisasi dan penyisiran dilakukan untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan di gereja. "Gangguan keamanan bisa berupa teror bom maupun gangguan keamanan lainnya," terangnya. STERILISASI : Personel gabungan Polres Purbalingga melakukan penyisiran tiga geraja besar. (GALUH WIDOERA/RADARMAS) Selain penyisiran di tiap sudut gereja, personel juga melakukan penyisiran di lingkungan sekitar gereja. "Baik personel kepolisian maupun anjing pelacak melakukan penyisiran yang menyeluruh," ujarnya. Suharsono menambahkan, selain sterilisasi gereja, pihaknya juga akan melakukan pengamanan dan penjagaan selama rangkaian ibadah keagamaan. Rangkaian ibadah tersebut yakni Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Sunyi. "Akan dilakukan pengamanan dan penjagaan oleh personel kepolisian baik dari tingkat polres maupun polsek,” tutur Suharsono. Sementara itu, umat krstiani merayakan Jumat Agung dengan memerankan drama penyaliban Yesus Kristus di sejumlah gereja, Jumat (14/4). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari pekan suci perayaan Paskah 2017. Salah satunya dilakukan di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purbalingga. Sedikitnya 1.600 jemaat mengikuti kebaktian yang dimulai pukul 08.00. Dalam ibadah di GKJ Purbalingga juga disajikan visualisasi drama penyaliban Yesus Kristus diatas kayu salib. Drama itu untuk mengenangkan kembali dari mulai Yesus Kristus dihakimi hingga menjalani hukuman dan wafat. Drama tersebut diperankan oleh sejumlah majelis GKJ dan para pemuda pemudi gereja. Pendeta Rudiarto Budi Prasetyo STh yang membawakan kotbah dengan tema Pengadilan yang Tidak Adil ini, menyerukan kepada semua warga masyarakat untuk menghormati keberagaman yang dilandasi dengan Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Rudiarto juga menyinggung soal ledakan di gereja Santo Yusuf Ambarawa Kabupaten Semarang yang dikenal dengan Gereja Jago, Kamis (13/4) sore. Meski ledakan itu berupa mercon biasa, namun membuat jemaat berhamburan ke luar ruang gereja. Rangkaian peringatan pekan Paskah diawali dengan Minggu Palma (9/4), Kamis Putih yang dilaksanakan Kamis (13/4) petang dan dipimpin pendeta Slamet Waluyo SSi, kemudian Jumat Agung, Sabtu Sunyi yang digelar hari Sabtu (15/4) dan Minggu Paskah yang akan digelar Minggu (16/4). (gal/tya/sus)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: