Banner v.2

Normalisasi Sungai Kijing, Pemkab Purbalingga Turunkan Alat Berat

Normalisasi Sungai Kijing, Pemkab Purbalingga Turunkan Alat Berat

Penanganan darurat di Sungai Kijing.-BPBD Purbalingga untuk Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Banjir yang melanda Desa Kaliori, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, beberapa waktu lalu, langsung ditangani oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga melaksanakan penanganan darurat, agar bencana banjir tak lagi terjadi di desa tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga Prayitno mengatakan, pihaknya melaksanakan penanganan darurat, dengan melakukan pengangkatan sedimen di sungai Kijing sepanjang kurang lebih 100 meter.

"Penanganan darurat yang kami lakukan adalan dengan pengangkatan sedimen di sungai tersebut. Kami menerjunkan alat berat untuk melakukan pengankatan sedimen," katanya, kepada Radarmas, Jumat (31/10).

BACA JUGA:Jalan Putus Total, Alat Berat Bakal Diturunkan untuk Bersihkan Material Longsor di Desa Kaliori

Selain itu, BPDB Kabupaten Purbalingga dan dinas terkait juga melakukan pemulihan jaringan irigasi pertanian yang tertutup sendimen. Hal itu, disebabkan karena jebolnya sungai Kijing yang di gunakan untuk pengairan sawah seluas 60 Hektar.

Dia mengungkapkan, pengangkatan sedimen dan sampah, di titik pertama hilir Sungai Kijing sepanjang kurang lebih 100 meter, dengan lebar 3-6 meter dan kedalaman 80 centimeter, sudah dikerjakan.

Penguatan dan Perapian tanggul irigasi Sungai Kijing, dengan panjang 60 meter, lebar 3 meter dan tinggi 2 meter, sedang dikerjakan. "Arus sungai sudah di alihkan penuh ke saluran irigasi," lanjutnya.

Dia mengakui, dalam pelaksanaan penanganan darurat tersebut, sempat terkendala curah hujan yang tinggi, selama beberapa hari terakir. Hal itu, mengakibatkan pekerjaan tidak maksimal, karena harus berhenti jika hujan lebat turun. 

BACA JUGA:Bencana Longsor Terjadi di Desa Kaliori, 80 KK Terisolir

Diketahui sebelumnya, tanggul irigasi Sungai Kijing, jebol. Hal itu disebabkan banjir yang melanda sungai tersebut, beberapa Waktu lalu. Akibatnya, lahan sawah seluas 60 hektar tak bisa dialiri air dari saluran irigasi. (tya)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: