Ikuti Audensi Nasional, 1.007 Guru Madrasah Purbalingga Perjuangkan Nasib di Jakarta
Sebanyak 1.007 guru madrasah dari Kabupaten Purbalingga berangkat ke Jakarta.-Humpro DPRD Purbalingga untuk Radarmas-
PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Sebanyak 1.007 guru madrasah dari Kabupaten Purbalingga berangkat ke Jakarta, untuk memperjuangkan nasib dan kesejahteraanya, Rabu, 29 Oktober 2025 petang.
Mereka akan bergabung dengan guru madrasah dari berbagai daerah di Indonesia dalam audiensi nasional di Jakarta. Kamis, 30 Oktober 2025 ini.
Keberangkatan, seribuan guru madrasah tersebut, dilepas langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga HR Bambang Irawan dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga Aman Waliyudin.
Ketua DPRD HR Bambang Irawan disela-sela acara pelepasan mengatakan, DPRD Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan guru madrasah.
BACA JUGA:PGSI Purbalingga Desak Pemerintah Daerah Perhatikan Guru Madrasah
"Sesuai yang kami sampaikan saat audiensi kemarin, DPRD Purbalingga berkomitmen mengawal hasil audiensi di Jakarta," kata Politisi PDIP ini.
Politisi asal Kecamatan Bojongsari ini, berharap keberangkatan para guru madrasah tersebut membawa hasil terbaik bagi para pendidik madrasah. "Apapun hasilnya, kami akan tetap berada di barisan bapak-ibu guru semua," ujarnya.
Diketahui, gerakan yang dilakukan para guru madrasah se tahan air itu, diberi nama Gerakan Guru Bersatu (Gerus). Yakni, sebagai bentuk persatuan para pendidik madrasah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) untuk menyuarakan aspirasi terkait kesetaraan dan peningkatan kesejahteraan.
Kegiatan audensi nasiobal merupakan inisiatif bersama sejumlah organisasi profesi guru madrasah. Antara lain Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM), Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Perkumpulan Guru Inpassing Nasional (PGIN), serta Perkumpulan Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI).
BACA JUGA:Tunjangan Profesi 94 Guru Madrasah Non PNS Naik
Mereka tengah memperjuangkan hak-hak yang selama ini belum sepenuhnya mendapatkan perhatian pemerintah.
Rombongan keberangkatan, terbagi dalam dua kloter. Yakni, kloter pertama memberangkatkan 755 orang menggunakan 15 bus. Sedangkan, kloter kedua terdiri dari 252 orang dengan 6 bus.
Sebelumnya, Pengurus Daerah Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Purbalingga telah melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Purbalingga, Selasa, 28 Oktober 2025 pekan lalu.
Mereka menyampaikan keresahan para guru madrasah yang merasa belum mendapat perhatian sepadan dengan pengabdian mereka. (tya)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

