Banner v.2

MBG di Madrasah Minim, Baru 7.944 Siswa Cicipi MBG dari Total 49 Ribu

MBG di Madrasah Minim, Baru 7.944 Siswa Cicipi MBG dari Total 49 Ribu

Murid RA Diponegoro Kajongan menikmati program MBG.-Kankemenag Purbalingga untuk Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Program Makan Sehat Bergizi (MBG) bagi siswa madrasah di Kabupaten Purbalingga hingga kini masih terbatas. Data Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) setempat mencatat, dari total 49.426 siswa madrasah, baru 7.994 siswa yang merasakan program ini.

Sejak Februari 2025, penerima pertama MBG adalah madrasah di wilayah Kemangkon, Purbalingga, dan Bobotsari. Setelah itu, program merambah ke sejumlah kecamatan lain, di antaranya Bojongsari, Pengadegan, Kaligondang, Mrebet, Purbalingga Lor, Kalimanah, hingga Padamara.

Hingga September 2025, penerima MBG tersebar di 15 titik SPPG (Sentra Pengolahan Pangan Gizi). Beberapa di antaranya adalah MI Ma’arif NU 1 Kajongan Bojongsari dengan 556 siswa, MI Muhammadiyah Larangan Pengadegan dengan 341 siswa, dan MAN Purbalingga dengan 1.299 siswa.

Meski sudah berjalan, capaian program ini masih jauh dari merata. Di tingkat Raudhatul Athfal (RA), baru 22 dari 250 lembaga yang mendapatkan MBG, atau hanya 8,8 persen. Pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), 21 dari 184 madrasah atau 11,4 persen sudah menerima. Untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs), baru delapan dari 42 lembaga atau sekitar 19 persen yang tersentuh, sementara di Madrasah Aliyah (MA) ada tiga dari 12 lembaga atau 25 persen.

BACA JUGA:Resmikan Tiga Dapur SPPG, Mas Wabup Minta Kualitas Makanan MBG Dijaga

Padahal, jumlah siswa madrasah di Purbalingga cukup besar. MI menampung 26.522 siswa, RA sebanyak 8.639 siswa, MTs mencapai 11.495 siswa, dan MA sebanyak 2.770 siswa.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kankemenag Purbalingga, Sudiono, menegaskan bahwa distribusi MBG memang belum merata. Menurutnya, banyak madrasah yang belum terlayani, apalagi titik lokasi dapur SPPG juga belum diketahui seluruhnya.

Hal itu membuat pihaknya harus mencari informasi langsung ke madrasah. Ia menjelaskan, Kankemenag tidak bisa mengajukan sekolah secara langsung. Mekanismenya bergantung pada kapasitas pelayanan dan jarak dapur SPPG dengan madrasah. Jika ada sekolah yang dekat dengan dapur tetapi belum menerima, baru kemudian diajukan.

Untuk mendeteksi madrasah penerima, Kankemenag aktif melakukan pendataan. Salah satunya dengan meminta data melalui formulir yang diisi oleh madrasah. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Kodim 0702 Purbalingga. 

BACA JUGA:Kebutuhan Dapur MBG Minimal 50 Unit, Tapi Baru Ada Baru 5 Dapur yang Beroperasi

"Harapan kami, MBG untuk segera direalisasikan ke seluruh peserta didik agar cepat merasakan kebijakan pemerintah. MBG meningkatkan daya tahan tubuh, kesehatan dan daya pikir. Saat ini masih minim," pungkas Sudiono.

Dengan kondisi ini, realisasi MBG di Purbalingga masih menjadi pekerjaan rumah besar. Dari total 49.426 siswa madrasah, baru 7.994 siswa yang benar-benar merasakan MBG. (alw)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: