Banner v.2

Bendungan Kedungdamang Ambrol, 30 Hektare Sawah di Desa Prigi Kesulitan Air

Bendungan Kedungdamang Ambrol, 30 Hektare Sawah di Desa Prigi Kesulitan Air

Ketua Kelompok Tani Desa Prigi Rasito, menunjukkan Bendungan Kedungdamang yang rusak diterjang banjir.-Aditya/Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Bendungan Kedungdamang Desa Prigi, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga ambrol. Hal itu, diakibatkan oleh banjir yang melanda Sungai Ponggawa, beberapa waktu lalu. Sehingga, sekira 30 hektar sawah di Desa Prigi kesulitan mendapatkan pasokan air.

Ketua Kelompok Tani Desa Prigi Rasito mengatakan, sekira empat bulan lalu, Bendungan Kedungdamang rusak diterjang oleh banjir Sungai Ponggawa. 

"Sehingga mengakibatkan aliran air ke saluran irigasi ke Desa Prigi terputus," katanya kepada Radarmas, Senin, 1 September 2025.

Dia menambahkan, petani dan Pemerintah Desa Prigi sudah sempat melakukan perbaikan sementara, dengan memasang karung yang diisi pasir, serta paralon untuk menahan air agar masuk ke saluran irigasi.

BACA JUGA:Hujan Deras Seharian, Areal Sawah di Kemangkon Terendam

"Namun, beberapa Waktu lalu banjir Kembali terjadi di Sungai Ponggawa. Sehingga, karung berisi pasir yang telah dipasang para petani terbawa arus dan hilang," tambahnya.

Hal itu diperparah dengan banjir yang Kembali terjadi di Sungai Ponggawa, tak lama setelah banjir kedua. Sehingga, aliran air sudah tidak bisa masuk ke saluran irigasi yang mengarah ke Desa Prigi.

Kesulitan air menurutnya, tak hanya terjadi kepada petani di Desa Prigi saja. Sebab, Bendungan Kedungdamang memasok air irigasi untuk Desa Karangjambe dan Desa Padamara, seluruhnya di wilayah Kecamatan Padamara.

Dia menambahkan, kerusakan Bandungan Kedungdamang sudah dilaporan ke Dinas Pekerrjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purbalingga, oleh Pemerintah Desa Prigi. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan tindak lanjut penanganan.

BACA JUGA:Update Lahan Baku Sawah di Purbalingga, Dinas Pertanian Kembali Lakukan Pemetaan

"Kami para petani ingin segera ada perbaikan. Sebab, kami kesulitan untuk mengairi sawah. Kami hanya mengandalkan air hujan dan menyedot air dari Sungai Ponggawa," tambahnya.

Terpisah, Plt Kepala DPUPR Kabupaten Purbalingga Mukodam mengatakan, Pemkab Purbalingga sudah mengajukan anggaran perbaikan melalui anggaran pusat atau Inpres tahun 2026.

"Sebab, kalau hanya mengandalkan anggaran APBD Kabupaten Purbalingga belum memiliki kemampuan yang cukup," ujarnya. (tya)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: