Musim Kemarau Basah, Purbalingga Diminta Siaga Kekeringan dan Karhutla
Pemberian bantuan air bersih dampak rusaknya popma Pamsimas di Desa Gumiwang, Purbalingga baru-baru ini.-BPBD Purbalingga untuk Radarmas-
PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga mengingatkan para pemangku wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) selama musim kemarau 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga, Prayitno, mengatakan peringatan ini sejalan dengan surat edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.4.1/0007086 Tahun 2025 tentang antisipasi bencana kekeringan dan karhutla. Berdasarkan data BMKG, puncak kemarau tahun ini diprediksi berlangsung pada Juli hingga September.
“Daerah pertanian tadah hujan, hutan produksi, dan kawasan konservasi harus jadi perhatian khusus. Kesiapsiagaan dan mitigasi perlu ditingkatkan di wilayah-wilayah tersebut,” ujarnya, Selasa (12/8).
Prayitno menyebut, pemerintah daerah diminta mengaktifkan Posko Siaga Darurat di tingkat kabupaten maupun kecamatan untuk mempermudah koordinasi, pemantauan, dan penanganan cepat jika terjadi bencana. Tim Reaksi Cepat, Masyarakat Peduli Api, Desa Tangguh Bencana, hingga relawan lokal juga diharapkan bergerak aktif memantau dan melakukan penanganan dini.
BACA JUGA:BPBD Purbalingga Ingatkan Ancaman Kemarau Basah
Selain itu, wilayah rawan diminta segera dipetakan dan disusun rencana kontinjensi. Sarana pendukung seperti tangki air, pompa, embung, hingga alat pemadam sederhana harus disiapkan sejak awal.
“Anggaran Belanja Tak Terduga juga harus dialokasikan untuk kebutuhan penanganan darurat,” tambahnya.
BPBD Purbalingga juga diminta berkoordinasi dengan BPBD Provinsi, Dinas Kehutanan, TNI/Polri, dan Perhutani untuk melakukan patroli terpadu serta menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Prayitno menegaskan, perkembangan situasi dan penanganan bencana perlu dilaporkan secara berkala kepada BPBD Provinsi Jawa Tengah. “Kuncinya adalah antisipasi sejak dini, jangan sampai kita terlambat bergerak,” tegasnya. (tya)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

