Banner v.2

Operasi SAR Sudah Ditutup, Pemantauan Masih Dilakukan untuk Temukan Korban Terakhir

Operasi SAR Sudah Ditutup, Pemantauan Masih Dilakukan untuk Temukan Korban Terakhir

Operasi SAR sebelum resmi ditutup.-Aditya/Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Meski pencarian korban hanyut pekerja penguatan tebing Sungai Klawing, Kelurahan Bancar, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, resmi ditutup Sabtu, 9 Agustus 2025.

Tim SAR masih tetap melakukan pemantauan, untuk menemukan korban terakhir Tedi Septian, warga Cilacap.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga Prayitno, Senin, 11 Agustus 2025.

"Secara resmi operasi pencarian telah ditutup. Satu korban masih belum ditemukan. Namun, kami tetap melakukan pemantauan," kata mantam Jurnalis ini kepada Radarmas.

BACA JUGA:Pencarian Hari Keenam, Korban Hanyut Terakhir di Sungai Klawing Belum Ditemukan

Pihaknya juga meminta masyarakat untuk segera melapor, jika ada perkembangan atau informasi baru terkait korban terakhir yang belum ditemukan.

Dia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Kepolisian, sinyal terakhir nomor handphone korban aktf di lokasi korban dinyatakan hanyut terbawa banjir.

"Jadi masih banyak kemungkinan posisi korban. Kami masih mencari informasi," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, pencarian korban kejadian hanyut pekerja proyek penguatan tebing Sungai Klawing Bancar, resmi ditutup Sabtu, 9 Agustus 2025.

BACA JUGA:Operasi SAR Resmi Ditutup, Korban Hanyut Sungai Klawing asal Cilacap Belum Ditemukan

Sebab, hingga hari ketujuh pencarian masih belum membuahkan hasil. Korban Tedi Septian, Warga Cilacap, belum ditemukan. Operasi SAR akan dibuka kembali jika ada informasi.

Diberitakan sebelumnya, tiga pekerja proyek penguatan tebing sodetang Sungai Klawing di Desa Penaruban, dilaporkan hilang terbawa banjir bandang pada Minggu, 3 Agustus 2025 malam. 

Ketiga korban yang hilang adalah Sarwoyo dan Muhyadi, keduanya warga Desa Penaruban. Serta Tedi Setiawan, warga Majenang yang merupakan surveyor proyek tersebut. 

Data terakhir, baru dua korban yang ditemukan oleh Tim SAR Gabungan. Yakni, Sarwoyo dan Muhyadi, keduanya merupakan warga Desa Penaruban. (tya)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: