Banner v.2

16 Rumah Terdampak Tanah Bergerak di Karanganyar Terima Bantuan

16 Rumah Terdampak Tanah Bergerak di Karanganyar Terima Bantuan

Bupati dan Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga saat mengecek lokasi tanah bergerak Mei lalu.-Prokompim Setda Purbalingga untuk Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Sebanyak 57 jiwa dari 16 kepala keluarga di Desa Maribaya dan Kaliori, Kecamatan Karanganyar, menerima bantuan satu ton beras dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kamis 31 Juli 2025. Sesuai kajian, Pemerintah berkeinginan ada relokasi untuk Desa Maribaya dan di Desa Kaliori masih aman dihuni.

Kejadian tanah bergerak terakhir pada Mei 2025 lalu. Pemukiman di lokasi kejadian masih waspada karena tanah tetap bergerak meski tidak ekstrem. Pemberian bantuan dilakukan oleh Asisten 1 Sekda Drs Suroto MSi mewakili Bupati Fahmi M Hanif di lokasi setempat.

"Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap warga terdampak bencana tanah bergerak yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir," kata Suroto menyampaikan pesan Bupati Fahmi.

Beras bantuan diserahkan secara simbolis di Balai Desa Maribaya. Bantuan beras disalurkan secara bervariasi antara 6 hingga 20 kilogram per jiwa, bergantung pada lama masa penanganan bencana.

BACA JUGA:Sikapi Tanah Bergerak, BPBD Purbalingga Bakal Pasang Alat EWS di Desa Maribaya

Tanah bergerak yang terjadi di dua desa tersebut telah menyebabkan 16 rumah mengalami kerusakan sedang hingga berat, dengan kondisi seperti retakan pada dinding dan lantai, bangunan miring, amblas, hingga dinding jebol akibat longsor. 

Bupati Fahmi sebelumnya telah meninjau lokasi bencana dan menyerahkan bantuan pada 30 Mei 2025 lalu. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Purbalingga sedang mencarikan solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan relokasi warga melalui dukungan APBD, pemerintah pusat, dan Pemprov Jateng.

Langkah mitigasi dan antisipasi juga telah dilakukan oleh BPBD Purbalingga. Kepala Pelaksana Harian BPBD, Prayitno, menyebutkan bahwa di Desa Maribaya dan Kaliori telah dilakukan pelatihan SDM tangguh bencana serta pemasangan Early Warning System (EWS).

“Pasca bencana di Maribaya kami sudah melakukan pelatihan SDM untuk tangguh bencana, selain itu kita pasang Early Warning System (EWS) ketika ada pergerakan tanah warga sudah kami sosialisasikan apa yang harus dilakukan dan mengungsi ke mana,” kata Prayitno.

BACA JUGA:Sudah Tidak Layak Ditinggali, Pemkab Wacanakan Relokasi Warga Terdampak Tanah Bergerak di Maribaya

Dari hasil kajian Badan Geologi Kementerian ESDM, 11 dari 13 rumah terdampak di Desa Maribaya memenuhi syarat untuk relokasi. Relokasi akan dilakukan dengan dukungan dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Tengah melalui pembangunan Rumah Unggul Sistem Panel Instan (Ruspin).

Sementara itu, di Desa Kaliori, hasil kajian menunjukkan bahwa wilayah tersebut belum memerlukan relokasi, dan penanganan cukup dilakukan dengan perkuatan tebing sesuai rekomendasi teknis. (amr)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: