Nyonya Tua Harus Bangkit!
Rodrigo Palacio - Cristiano Ronaldo
Bologna vs Juventus
BOLOGNA - Juventus tengah dalam situasi tertekan pasca kekalahan dari Napoli di final Coppa Italia. Jika tak ingin tekanan membesar dan mengancam posisi Maurizio Sarri, La Vecchia Signora harus segera bangkit.
Upaya kembali ke jalur kemenangan bisa dimulai Si Nyonya Tua di Renato Dall'Ara, dinihari nanti. The Old Lady akan mengunjungi markas Bologna untuk laga giornata ke-27 Serie A yang mulai bergulir kembali, akhir pekan kemarin.
Bagi Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan, laga ini memang wajib mereka menangkan. Selain menunjukkan mereka baik-baik saja, tiga angka mereka butuhkan untuk menjaga posisi mereka di puncak klasemen Serie A.
Saat ini, Bianconeri yang mengoleksi poin 63 hanya unggul satu angka dari pesaing terdekatnya, Lazio. Ketatnya persaingan membuat Juventus sama sekali tidak bisa kehilangan poin di Serie A yang menjadi peluang terbaik mereka meraih gelar musim ini.
Sebelum kalah di final Coppa Italia, pasukan Maurizio Sarri sudah lebih dahulu gagal di Supercoppa Italiana. Dan, menurut klaim Daily Mail, hanya gelar Serie A dan Liga Champions yang mungkin bisa jadi penyelamat Sarri. Kalau gagal, kontrak Sarri di Turin bisa diakhiri sebelum waktunya.
Masalah utama Juventus saat ini adalah ketajaman lini serang mereka. Dalam dua laga Coppa Italia yang mereka lakoni, termasuk menghadapi sepuluh pemain AC Milan di semifinal, tidak satu pun gol yang bisa mereka jaringkan.
Sarri yang bukan hanya ditarget juara namun juga mengubah gaya bermain Juve menjadi lebih menarik secara terbuka, mengeluhkan produktivitas Ronaldo Cs. "Ini tidak biasa, cukup unik bagi kami. Kami kehilangan ketajaman setelah istirahat yang lama," kata Sarri kepada RAI Sport.
Juan Cuadrado, satu-satunya pemain Juventus yang muncul di media setelah kekalahan di Olimpico menegaskan, sekarang mereka harus melupakan kegalalan. Menurut pemain serba bisa Kolombia itu, mereka harus menatap ke depan.
Juventus ditunggu pertandingan berat dalam beberapa pekan ke depan. Pertama, Derby Della Mole melawan Torino pada 4 Juli. Lalu, kunjungan Atalanta, tim posisi keempat pada 11 Juli serta laga kandang lainnya melawan Lazio sembilan hari kemudian yang mungkin akan jadi penentu scudetto.
"Kami harus melihat ke depan sekarang, karena kami memiliki Serie A dan Liga Champions. Kita harus ingat bahwa kita adalah tim yang hebat dan harus menemukan kepercayaan diri yang sama seperti sebelum jeda," tegas Cuadrado dikutip dari Football Italia.
"Ini tidak mudah, kita tidak dapat melihat kembali apa yang telah terjadi. Kita perlu berada di saat ini. Kita perlu belajar dari setiap kesalahan, tetap profesional dan tetap fokus," lanjut eks pemain Chelsea tersebut.
Bologna sementara itu nyaris tanpa beban menyambut Si Nyonya Tua. Anak asuh Sinisa Mihajlovic saat ini berada di peringkat ke-10 dan punya keunggulan sembilan poin di atas Lecce yang menempati peringkat ke-18 atau batas akhir zona degradasi.
Mihajlovic sendiri sejak awal menganggap Juve masih sangat tangguh. Makanya, ia masih menjagokan mereka memenangi scudetto. "Juventus masih yang terbaik dari semuanya," ucap mantan pemain Inter Milan itu.
Rossoblu, julukan Bologna, mengumumkan Andreas Skov Olsen akan absen di pertandingan ini karena cedera otot. Mihajlovic yang baru saja memperpanjang kontraknya hingga 2023 juga akan kehilangan Mattia Bani, Federico Santander, dan Jerdy Schouten akibat sanksi. Sedangkan Juve, selain Giorgio Chiellini, Gonzalo Higuain, serta Merih Demiral, mereka juga tidak bisa diperkuat Alex Sandro dan Sami Khedira. (amr/*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

